Tuesday, December 12, 2017

Ini Cara Efektif Menghindari Gendam





Belakangan kejahatan dengan modus gendam cukup marak. Bahkan terakhir, ada beberapa pelaku gendam ditangkap oleh Polda Kaltim. Lantas apa sebenarnya gendam itu?


Gendam adalah teknik khusus menguasai pikiran bawah sadar orang lain dengan cepat. Menurut praktisi teknologi pikiran Samarinda, Endro S. Efendi CHt CT, siapa pun bisa melakukan gendam asalkan tahu caranya. Sebab, secara alamiah, pikiran bawah sadar seseorang akan terbuka maksimal 5 detik, sejak mendapat kejutan pertama kali.

“Siapa saja, saat kondisi terkejut, atau sengaja dikejutkan oleh orang lain, otomatis pikiran bawah sadarnya terbuka lebar. Nah, pada saat itulah sugesti dengan mudah masuk dan dijalankan,” sebut trainer teknologi pikiran lulusan Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology ini.

Lantas, apakah korban gendam dalam posisi tidak sadar? “Tetap sadar, sangat sadar. Hanya, level kesadarannya menurun, yang aktif justru pikiran bawah sadarnya. Karena pikiran bawah sadar yang lebih aktif, maka sugesti apa pun, atau perintah apa pun yang diberikan, akan langsung dijalankan,” kata pemilik Griya Hipnoterapi Endro S Efendi ini.

Dalam dunia hipnosis, gendam ini hampir sama dengan shock induction atau membuat seseorang level kesadarannya menurun dengan sangat cepat. Bedanya, hipnosis dilakukan dengan seizin klien, sementara gendam tentu tidak meminta izin. “Namanya untuk kejahatan, jelas tak perlu izin,” ujarnya.

Pelaku gendam biasanya menyasar korban yang sedang sendirian, karena jelas tidak ada yang mampu mengingatkan sang korban. Dalam kondisi bingung karena tidak ada teman, maka pikiran bawah sadar sang korban akan terbuka lebih lama. Maka, pelaku pun lebih mudah memberikan sugesti terus menerus, alias banjir informasi, sehingga korban benar-benar dibuat tak berdaya.

Kenapa lebih banyak perempuan menjadi korban gendam? Sebab, umumnya wanita, ketika terkejut dan pikiran bawah sadarnya terbuka, kondisinya langsung sangat dalam dan diikuti dengan otot-otot tubuhnya yang kaku, tak bisa berkata apa-apa bahkan semua persendiannya kaku. Ini membuat pelaku sangat leluasa beraksi.

“Daya refleks perempuan umumnya lemah ketika menerima kejutan. Beda dengan laki-laki, saat reflek bisa memukul. Sehingga jarang laki-laki jadi korban, meski tetap ada juga,” katanya. Maka jangan heran jika perempuan yang latah, justru sulit digendam. Sebab ketika dikejutkan, justru latahnya membuat pelaku balik terkejut.

Kenapa pelaku umumnya berpenampilan meyakinkan, bahkan tidak terkesan sebagai penjahat? Ini tentu untuk memanipulasi pikiran bawah sadar. Andai pelaku gendam berpenampilan urakan, jelas korban langsung otomatis membentengi dirinya. Beda ketika berpenampilan rapi, akan meningkatkan figur otoritas bagi pelakunya. Sehingga, apa pun yang disampaikan, bisa masuk ke dalam pikiran bawah sadar sang korban.

Gendam tidak hanya dilakukan dengan mengejutkan korban melalui tepukan. Suara yang baik dan lemah lembut pun bisa mempengaruhi orang lain. Sebab, orang yang bicara lemah lembut, bagi pikiran bawah sadar, selama ini dianggap orang yang baik. Maka, ketika pelaku melakukan ini, pikiran bawah sadar tidak langsung membuat pertahanan karena dianggap baik. Bahkan ketika harta sudah dikuras, pelaku masih dianggap sebagai seseorang yang baik.

Bukankah ada saja wanita yang jadi korban di pusat perbelanjaan karena iming-iming hadiah, akhirnya tertarik belanja barang yang tidak perlu dengan harga tidak masuk akal.

Agar terhindar dari gendam, hindari lebih banyak melamun. Sebaiknya selalu awas dan waspada. Selain itu, hindari membawa barang bawaan yang mencolok. Setiap jalan sendiri, sebaiknya tetap jaga kesadaran dan mawas diri.

Jika memasuki tempat belanja dan merasa tidak nyaman, tarik nafas panjang, dan segeralah jalan dengan sedikit terburu-buru. Ini untuk meningkatkan kesadaran. Yang paling utama dan terutama tentu adalah selalu berdoa, meminta perlindungan dari Yang Maha Kuasa.

Lalu apa bedanya gendam dengan hipnosis? Hipnosis bisa dipelajari secara ilmiah, dan pemanfaatannya lebih banyak untuk membantu orang lain mengatasi masalah yang bersumber dari pikiran.

“Dari mulai fobia, sakit hati, sampai perilaku seks menyimpang bisa dibantu dengan metode hipnoterapi,” kata Endro. Ia kemudian menyampaikan, perlu waktu 100 jam untuk belajar hipnoterapi melalui metode Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy (SECH) di Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology ini. Hipnosis merupakan cabang ilmu tentang pikiran. Bahkan di Amerika, telah diajarkan secara resmi di berbagai lembaga pendidikan terkemuka.

“Bedanya dengan gendam, hipnosis hanya bisa dilakukan jika klien bersedia. Jika tidak bersedia, maka tidak bisa dilakukan. Ibarat masuk rumah orang lain, tentu harus seizin pemilik rumah,” bebernya. (*)

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...