Tuesday, January 16, 2018

Terpilih Jadi Ketua Umum AHKI, Ini yang Akan Dilakukan Adi


JAKARTA – Adi W. Gunawan, secara aklamasi terpilih menjadi ketua umum Asosiasi Hipnoterapis Klinis Indonesia (AHKI) dalam kongres perdana yang digelar Minggu (14/1/2018) tadi di Hotel Santika Jakarta. Dikatakan Adi, dibentuknya AHKI sejak awal sebagai upaya memperkenalkan dunia hipnoterapi lebih luas ke masyarakat.

Pemilik lembaga pendidikan hipnoterapi, Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology di Surabaya ini juga mengatakan, para alumni dari lembaga pendidikan yang didirikannya itu sudah lebih dari 300 orang, tersebar di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Karena itu, perlu dibentuk organisasi profesi yang lebih fokus mengatur tentang kode etik dan pengawasan kepada para hipnoterapis klinis di Tanah Air. Dalam kongres yang diikuti lebih dari 100 peserta itu juga sudah ditetapkan para pengurus yang akan bekerja untuk periode lima tahun mendatang.
“AHKI menjadi organisasi profesi bagi para hipnoterapis klinis yang memiliki badan hukum resmi dan memiliki visi menjadi organisasi tempat bernaung bagi semua praktisi hipnoterapis klinis di Indonesia. Sama seperti Ikatan Dokter Indonesia untuk para dokter atau Ikatan Psikologi Klinis untuk para psikolog klinis,” beber Adi W. Gunawan.
Selanjutnya, AHKI bersama organisasi profesi hipnoterapis lainnya, menurut Adi, akan terus memperjuangkan agar hipnoterapis diakui sebagai sebuah profesi oleh pemerintah. Tentunya diikuti dengan menetapkan standar baku yang menjadi acuan untuk pelatihan, sertifikasi, uji kompetensi, dan tentu juga kode etik profesi hipnoterapis.
Ini semua bertujuan untuk turut berperan serta dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia di aspek mental dan emosi, melalui hipnoterapi klinis. Harapannya agar tujuan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai,” ujarnya.
Ketua Bidang Advokasi dan Perlindungan Profesi AHKI, A Yudo Prihartono menyampaikan, pihaknya akan lebih ketat dan tegas mengatur para anggota AHKI dalam mematuhi kode etik profesi hipnoterapis yang sudah dibuat.
“Ini untuk melindungi masyarakat agar terhindar dari hipnoterapis yang mungkin nakal atau malapraktik,” bebernya. Selain itu, AHKI juga siap membela hipnoterapis dari upaya kriminalisasi terhadap rekan sejawatnya yang sudah menjalankan protokol praktik sesuai prosedur.
“Semoga masyarakat jadi semakin tenang dan nyaman ketika menggunakan jasa layanan hipnoterapi,” tutupnya. (*)

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...