HYPNO NEWS

Sunday, September 2, 2018

Kebelet ke Toilet, Akhirnya Saya ...



Dalam pengajian, penceramah selalu menyampaikan bahwa Allah selalu memberikan apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan. Saya pun pernah mengalami hal ini. Awal Agustus tadi, saat mengikuti pendidikan di Lemhannas, ada agenda studi strategis luar negeri (SSLN) ke Turki. Dalam sebuah kesempatan, kami diberikan waktu bebas sekitar 3 jam untuk eksplorasi kota Ankara. Bersama beberapa orang, kami pun menyusuri pusat kota Ankara, termasuk pusat perbelanjaannya.

Cuaca Ankara ketika itu sedang musim panas menyengat. Untuk menghindari dehidrasi, saya pun sering minum. Yang menjadi persoalan adalah, dorongan ingin buang air kecil pun ikut-ikutan datang tiba-tiba tanpa kirim WA terlebih dahulu. Di tengah pasar yang padat, saya kebingungan ke mana bisa melipir untuk buang air kecil. Ini Ankara, bukan di Indonesia yang mudah melihat pemandangan orang dengan seenaknya buang air kecil di sudut-sudut kota.

Menggunakan fasilitas google translate, saya menunjukkan arti terjemahan Turki dari bahasa Indonesia, “dimana saya bisa menumpang buang air kecil?” Dengan cepat, karyawan di pusat perbelanjaan yang saya kunjungi itu hanya menggelengkan kepala, sementara tangannya mengisyaratnya tidak ada atau tidak boleh.

Saya semakin kebingungan. Khawatir pertahanan saya bobol hingga akhirnya harus pipis di celana. Ini jelas semakin tidak lucu. Apa kata dunia kalau orang melihat celana saya basah dibarengi aroma yang tidak nyaman?

Alhamdulillah, seketika saya bersyukur. Di depan supermarket yang saya masuki tadi, ternyata ada cafe. Pasti ada toilet di dalamnya. Tanpa pikir panjang dan penuh rasa percaya diri karena sudah kebelet, segera saya menuju cafe ini. Saya langsung naik menuju tangga lantai dua, karena terlihat ada tulisan ‘Toilet’ dengan panah mengarah ke atas.

Ternyata benar, ada simbol pria dan wanita di atas cafe itu. Segera saya menuju toilet pria. Astaga, ternyata pintunya terkunci rapat. Di depan pintu ada sebuah alat mirip kalkulator kecil, terdapat angka 0 sampai 9. Duh gusti, masa iya toilet saja harus pakai password? Lalu berapa nomornya?

Saya nyaris putus asa. Rasanya ingin segera membuka pertahanan yang sudah diujung kegalauan karena sudah terasa lumayan perih. Namun, saya tetap berusaha membuka pintu itu. Memencet nomor sembarangan, berharap ada keajaiban. Tapi tetap saja sang pintu tak mau tahu. Dia tetap enggan membuka.

Di tengah kebelet yang memuncak itulah, saya dikagetkan dengan pintu dari toilet wanita yang terbuka. Seorang wanita berhijab, warga setempat dengan hidung mancung khas Turki, segera menghampiri saya yang tampak kebingungan.



Sekilas, saya lihat dia ingin mengucapkan sesuatu. Saya tebak, mungkin dia ingin menyampaikan, harus pencet nomor khusus. Sempat terbuka, namun mulutnya tak bicara apa-apa. Tangan kanannya segera memencet beberapa nomor kombinasi pada alat yang ada di hadapan saya. Dan, pintu di depan saya menyerah. Dia terbuka. “Thank you,” kata saya, dan wanita berhijab itu senyum dan segera berlalu. Saya pun tanpa pikir panjang, langsung merangsek ke dalam toilet dan menuntaskan hasrat yang sejak tadi sudah di titik kritis.

Ternyata saya baru tahu, urusan toilet di Ankara memang tidak seperti di Indonesia. Di cafe tadi misalnya, harus minum di situ dulu, barulah nanti bisa meminta password toilet, sama seperti password wifi. Ketika di stasiun kereta bawah tanah, juga akhirnya saya tahu bahwa ongkos ke toilet lebih mahal ketimbang sebotol air mineral. Satu botol air mineral hanya seharga TL1 alias 1 lira, setara Rp 3.000. Nah masuk toilet di stasiun bawah tanah harus bayar TL 1,5 setara Rp 4.500. Beruntung cafe di Indonesia masih gratis, tidak seperti di Ankara.  

Dari kejadian ini, saya semakin percaya bahwa pertolongan memang selalu datang di saat yang tepat. Allah selalu memberikan yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Saat itu hanya butuh toilet, bukan yang lain. Dan diberikan pula pada saat-saat yang semestinya. Bagaimana menurut sahabat semua?

  



Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes