HYPNO NEWS

Sunday, March 10, 2019

Marissa Pakai Bikini, Kenapa Warganet Ribut?



Warganet selalu maha benar. Mungkin itulah ungkapan tepat saat warga belantara maya mengomentari sesuatu. Terakhir adalah ketika pengguna Instagram heboh setelah melihat aksi Marissa Nasution bersama putrinya Alaia Moana di Pulau Bintan. Apa yang bikin geger? Ternyata Marissa memposting aksi liburannya di pantai dengan tubuhnya yang mengenakan balutan bikini.  


Sontak banyak netizen berkomentar. Ada yang mengatakan tidak pantas memposting hal tersebut. Bahkan ada yang berkomentar bahwa busana yang dikenakan tidak sopan.

Tentu saja Marissa tak tinggal diam. Dia pun merasa aneh dan menanggapi hal itu. Baginya, lumrah mengenakan pakaian bikini di pantai. Lantas, harus menggunakan pakaian seperti apa lagi? Marissa juga menyampaikan, fokus dari postingan di Instagram adalah anaknya yang girang bermain air laut. Maka dia merasa aneh jika kemudian komentar yang masuk malah menghujat pakaian yang ia kenakan.

Lantas, haruskah warganet berkomentar nyinyir atas postingan Marissa?

Izinkan saya mencoba melihat kejadian tersebut dari sudut pandang teknologi pikiran yang saya pahami saat ini. Pandangan ini juga boleh jadi salah. Namun setidaknya bisa memperkaya cara berpikir ketika menghadapi sesuatu.

Dari sisi pakaian dan tempat, apa yang dilakukan Marissa jelas tidak salah. Kenapa? Karena dia mengenakan bikini saat di pantai. Yang kurang tepat adalah ketika mengenakan bikini ketika sedang ke mal atau ke pasar. Lantas di mana salahnya?

Yang menjadi persoalan adalah, foto dan video Marissa yang sedang mengenakan bikini itu secara sengaja diunggah di media sosial Instram. Tentu saja, foto dan video itu dalam sekejap langsung masuk ke ruang-ruang publik. Apalagi Marissa adalah salah satu pesohor Tanah Air. Maka jangan heran jika foto itu bisa langsung dilihat pemegang telepon seluler di mana saja berada.

Di sinilah perbedaan persepsi bisa terjadi. Marissa yakin dirinya tidak salah mengenakan bikini di pantai. Masa iya liburan di pantai pakai gaun pesta? Jelas ngga nyambung.

Masalahnya, posisi warganet yang melihat foto bikini itu berbeda-beda. Boleh jadi ada yang sedang di rumah sakit, sedang di tempat kerja, bahkan mungkin sedang di tempat ibadah. Maka wajar juga jika warganet berkomentar macam-macam. Kenapa? Karena warganet punya sudut pandan berbeda. Ini sama ketika Anda melihat angka 6 di lantai. Maka boleh jadi orang di hadapan Anda akan ngotot bahwa angka di depan Anda adalah angka 9. Ini karena persepsi yang berbeda-beda.

Kenapa orang yang mengenakan bikini menjadi sangat sensitif? Sekali lagi, saat berada di pantai atau kolam renang -baik yang melihat atau yang mengenakan bikini- tentu semua biasa saja. Tapi jika tempatnya berbeda, tentu sudah menimbulkan gejolak. Seperti kontes putri-putrian yang menampilkan pakaian bikini di panggung dan dilihat banyak orang, tentu akan mendapatkan penilaian yang berbeda.

Di dalam pikiran setiap manusia, ada satu program yang sudah tertanam sejak lahir. Program itu namanya penasaran. Sejak anak-anak, setiap orang selalu ingin tahu alias kepo dengan sesuatu. Nah, ketika seorang wanita memakai bikini, hal ini akan otomatis membangkitkan rasa penasaran terutama bagi kaum adam. Meski bagian-bagian penting dari tubuh wanita itu jelas-jelas tertutup, namun pikiran bawah sadar akan memperjelas gambarnya.

Sementara bagi wanita lain yang tidak terbiasa mengenakan bikini dan melihat foto tersebut, efeknya juga sama. Dia akan merasa risih, karena di pikiran bawah sadarnya wanita berbikini itu juga tetap terlihat utuh

Pikiran bawah sadar, secara alamiah, akan memperjelas bagian-bagian tubuh yang tertutup itu, sesuai dengan persepsi dan imajinasinya sendiri. Diperintah atau tidak, pikiran bawah sadar akan selalu mencari padanan yang pas, baik kata atau gambar.

Meski bagi Marissa dia merasa nyaman dan tidak ada masalah menunjukkan foto berbikini ke publik, namun di dalam pikiran bawah sadar para pria pada umumnya, tubuhnya tetap terlihat utuh, sesuai dengan persepsi masing-masing.

Kenapa? Sekali lagi, karena pikiran bawah sadar tidak suka dengan hal yang kurang jelas atau tertutup. Bagian yang tertutup dengan sendirinya akan direkonstruksi kembali supaya utuh. Terlepas bahwa rekonstruksi yang dilakukan itu benar atau kurang tepat.

Mau contoh? Ketika saya menuliskan ‘va*i**’, maka pikiran bawah sadar Anda langsung bekerja, mencari kata yang tepat untuk mengganti bagian yang hilang atau bertanda bintang itu. Lantas, adakah di antara pembaca yang berhasil menebak kata ‘varian’ tersebut? Jika Anda benar menebak kata di atas, maka Anda normal. Jika salah, ya Anda tetap normal, karena itulah persepsi Anda.

Sekali lagi, ketika saya menuliskan ‘m*m*k’, maka Anda pun dengan bebas meneruskan kata ini. Yang saya maksudkan di atas adalah ‘mimik’. Maka benar tidaknya jawaban Anda, sama sekali tidak menjadi persoalan. Yang penting pastikan pikiran bawah sadar Anda masih normal, karena bisa bekerja dengan cepat dan tanggap untuk mengurai sesuatu yang belum jelas.

Maka, di era media sosial ini, ketika kehidupan pribadi dipindahkan ke ruang publik melalui gadget, tentu harus semakin bijak dan memillah. Harus dipisahkan dengan tegas, mana yang bisa dilempar ke ruang publik dan mana yang hanya untuk konsumsi pribadi. Sebab pikiran bawah sadar setiap orang sejatinya sudah terbiasa menerjemahkan gambar secara bulat dan utuh sesuai persepsinya.

Pastikan, hal-hal yang diunggah ke ruang publik dengan mengenakan pakaian yang tentu sesuai kaidah dan norma ketimuran yang dijunjung tinggi. Sehingga, tidak membiarkan pikiran bawah sadar orang lain liar dengan sendirinya dalam menerjemahkan foto yang ditampilkan.

Di artikel ini pun, saya sengaja tidak menampilkan Marissa yang mengenakan bikini dan menjadi kontroversi. Namun, coba perhatikan, ada dorongan pikiran bawah sadar Anda untuk segera mencari mencari gambar atau video yang dimaksud di Google.

Sejak dulu, saya pun sudah memutuskan untuk tidak mengenakan bikini sama sekali. Ya iya lah, wong saya laki-laki. Apa jadinya kalau saya pakai bikini. Sudah cukup, jangan pernah membayangkan laki-laki pakai bikini. Sudah dibilang jangan lho, kok masih dibayangkan sih? He he he.  

Bagaimana menurut Anda? 



Share this:

4 comments :

  1. Pada paragraf terakhir membuktikan kalo bapak Endro adalah memang peramal

    ReplyDelete
    Replies
    1. He he he ngga lah, saya bukan peramal.. Terima kasih ya sudah bersedia mampir ke sini.. Semoga sukses selalu...

      Delete
  2. Ini artikel Bapak terngakak 😆😆😆😆😆 yang saya baca
    Semoga sehat dan sukses selalu Pak Endro

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, terima kasih doanya. Semoga Kange juga selalu sehat dan sukses. Alhamdulillah kalau bisa ngakak, berarti normal he he he...

      Delete

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes