HYPNO NEWS

Tuesday, April 9, 2019

Siap Tukar Tambah Anak?

Dampingi anak. Berikan kebebasan dirinya melakukan eksplorasi.


Mendidik anak memang gampang-gampang mudah. Apalagi sebagian besar orang tua memang tidak pernah mengikuti sekolah khusus unruk mendidik anak. Semua didapatkan berdasarkan pengalaman, dari lingkungan, juga dari pola asuh yang sudah terjadi turun-temurun.

Itu sebabnya seminar atau workshop tentang pengasuhan anak selalu ramai dan diminati para orang tua. Melalui media seperti itulah, para orang tua bisa belajar dan mendapatkan tambahan ilmu dan pengetahuan dalam mendidik buah hatinya.


Berdasarkan pengalaman di ruang praktik hipnoterapi yang saya lakukan sejak 2015, terbukti bahwa pola asuh di masa lalu sangat memiliki andil besar dalam tumbuh kembang setiap individu. Anda yang dewasa saat ini, adalah hasil dari pola asuh yang diterima di masa lalu. Bagaimana masa depan anak-anak di masa mendatang, jelas ditentukan oleh pola asuh saat ini.

Kedua orang tua, dalam hal ini ayah dan ibu, harus satu visi misi. Keduanya harus punya kesatuan dan kesamaan pandangan dalam mengasuh buah hatinya. Menjadi sebuah kekeliruan jika antara ayah dan ibu ternyata memiliki pemahaman yang berbeda.

Beberapa waktu lalu misalnya, ada seorang sahabat yang mengeluhkan istrinya suka marah atau ngomel pada anaknya. Sahabat saya ini kemudian memilih melindungi anaknya, dan mengatakan, tak usah mendengar omelan ibunya. Sepintas, tujuan sang ayah ini terlihat baik. Namun, ini secara tidak langsung anak sudah diberikan contoh yang kurang pas dalam pola asuh. Ini karena tidak adanya kesepahaman.

Lalu bagaimana solusinya? Saat anak kena marah ibunya dan meminta perlindungan ayahnya, yang harus dilakukan pertama kali oleh sang ayah adalah klarifikasi terlebih dahulu. Tanyakan pada anak, kenapa dia sampai dimarahi ibundanya? Ketika anak memberikan penjelasan, dan ternyata apa yang dilakukan si anak memang kurang pas. Maka si ayah harus memberikan penegasan terlebih dahulu, bahwa apa yang sudah dilakukan sebelumnya memang kurang baik. Sedikit beri nasehat, dan setelah itu berilah perlindungan.

Dengan cara tersebut, anak tetap mendapat pemahaman bahwa apa yang dilakukan memang tidak semestinya atau kurang pas. Sementara yang ayah memberikan perlindungan karena itulah momen untuk memberikan kasih sayang utuh pada buah hatinya. Hal yang sama juga harus dilakukan jika ayah yang marah, dan anak meminta perlindungan pada ibunya.    

Namun, terlepas dari contoh di atas, ada baiknya mengurangi atau bahkan meminimalkan kemarahan pada anak. Tegas dan disegani tak harus dengan cara marah. Memberikan contoh dan bukti keteladanan adalah hal yang paling utama. Dengan begitu, anak akan belajar menghargai orang lain.

Sebagai contoh, ada orang tua yang marah atau ngomel ketika mendapati anaknya mencoret-coret dinding rumah. Anak akibatnya menjadi trauma. Sejak kena marah, anak tak berani lagi mengekspresikan potensinya. Parahnya lagi, anak ini tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri dan minder. Prestasi akademiknya juga jauh tertinggal dibanding rata-rata rekan seusianya.

Lantas, maukah ayah dan bunda memiliki anak seperti itu? Sahabat semua yang luar biasa, anak adalah rezeki yang tak ternilai harganya. Terbukti, begitu banyak orang yang berusaha luar biasa demi mendapat buah hati. Sisanya lagi harus program bayi tabung ratusan juta rupiah. Belum lagi berusaha mengatasinya dengan berbagai alternatif. Pendek kata, Anda yang memiliki anak tentu sangat berharga, dan tidak akan bisa digantikan dengan apa pun.

Lalu, kenapa hanya karena dinding penuh coretan harus marah? Mengecat kembali tembok rumah jauh lebih murah dari harga anak Anda sendiri. Maukah Anda yang memiliki anak ditawari tukar tambah dengan rumah mewah yang selalu bersih, bahkan dijamin lebih mewah dari istana?

Jadi, selama yang dilakukan anak memang baik dan tidak membahayakan, dampingi saja. Biarkan anak melakukan eksplorasi kemampuannya secara maksimal. Anak mencoret tembok ada masanya. Tak akan mungkin sampai dewasa. Anak suka bermain lumpur ada masanya. Semua proses tumbuh kembang anak ada masanya. Jangan sampai masa keemasannya hilang hanya karena ego orang tua yang ingin rumahnya selalu bersih seperti di hotel atau penginapan.

Saat memiliki anak balita yang sedang tahap eksplorasi dengan rasa ingin tahu besar, maka kendalikan diri Anda. Tak usah berharap rumah harus bersih dan kinclong. Tunda dulu perasaan tidak nyaman itu dengan memperhatikan tumbuh kembang sang buah hati.

Sekali lagi ingat, anak Anda jauh kebih berharga dari apa pun. Dan terapis terbaik untuk anak adalah diri Anda sendiri. Cukup berikan contoh dan keteladanan yang baik, maka anak akan tumbuh dalam pola asuh yang tepat pula. Demikianlah kenyataannya. (*)


Share this:

Post a Comment

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes