BREAKING NEWS

Thursday, January 14, 2016

Pikiran Vs Komputer Canggih, Lebih Rumit Mana?


Rabu (13/1/2016) tadi, saya berkesempatan masuk ke sebuah pusat pemantauan produksi (control room) PT Total E&P Indonesie di Senipah, Kutai Kartanegara. Melalui ruangan ini, semua proses produksi bisa dipantau dengan mudah. Termasuk jika ada kendala, semuanya bisa terpantau dan terdeteksi dengan otomatis. Sederetan komputer dan piranti canggih, tampak bekerja secara tanpa henti selama 24 jam.   

Dengan bantuan semua peralatan tersebut, tenaga kerja pun bisa dihemat. Untuk memantau proses produksi minyak dan gas bumi di lokasi yang sangat luas ini, cukup dilakukan oleh 4 orang pada sesi pagi, dan jumlah yang sama pada sesi malam. Semua alat deteksi dini yang sudah dipasang, memungkinkan semua proses terpantau, tanpa ada yang terlewatkan.


Dari mulai menerima minyak mentah hasil kerja anjungan lepas pantai, kemudian memisahkan minyak tersebut menjadi gas, kondensat, serta minyak bumi. Hasil pemisahan ini kemudian dikirimkan ke lokasi yang berbeda-beda.

Gas, langsung dikirim ke PT Pupuk Kaltim untuk membantu proses produksi pupuk. Sisanya dialirkan untuk menerangi listrik di Sektor Mahakam. Sementara minyak mentah, dikirim ke Pertamina untuk diproses lagi menjadi produk turunan dari mulai solar, premium, pertamax dan sebagainya. Semua proses produksi ini benar-benar terpantau melalui pusat kontrol ini.

Lantas, manakah yang lebih rumit antara mengontrol komputer yang serba canggih ini dengan mengontrol pikiran? Sahabat, serumit-rumitnya peralatan komputer yang sangat canggih, masih lebih rumit lagi mempelajari cara kerja pikiran.

Kenapa? Karena secanggih apa pun peralatan yang ada di dunia ini, umumnya begitu sudah diproduksi, dilengkapi dengan buku petunjuk. Sehingga, buku petunjuk tersebut bisa menjadi panduan jika suatu ketika terjadi masalah.

Sama seperti di pusat kontrol tadi. Begitu ada masalah, sudah tersedia buku petunjuk. Sehingga cukup cek apa masalahnya, jalan keluarnya sudah langsung tersedia.

Sayangnya, otak atau pikiran kita, tidak dilengkapi buku petunjuk. Sehingga, jika ada masalah, sering kali bingung mencari jalan keluarnya. Ada yang mengatakan, kitab suci adalah buku petunjuk. Itu benar, karena kitab suci merupakan petunjuk kehidupan yang super lengkap. Tetapi, kalau berbicara khusus tentang sebuah alat canggih bernama otak, buku petunjuknya memang belum ada.

Sang Maha Pencipta seolah memberikan tantangan tersendiri menyangkut otak ini. Manusia boleh jadi sangat hebat bisa menciptakan berbagai peralatan disertai buku petunjuk. Sementara yang bisa membuat buku panduan tentang cara kerja pikiran, jelas adalah Sang Maha Pencipta. Namun kali ini, manusia harus mencarinya sendiri.

Sebagai contoh, jika ada masalah, sering kali disebutkan agar manusia sebaiknya bisa pasrah dan ikhlas. Akan tetapi, jika ditanya lagi, bagaimana caranya supaya pasrah dan ikhlas? Nah ini adalah jawaban yang tidak mudah.

Begitu juga dalam kitab suci juga sudah disebutkan, harus selalu berprasangka baik. Ini bisa diterjemahkan agar manusia selalu berpikir dan berperilaku positif. Lantas, bagaimana cara berpikir positif itu? Ini juga tidak mudah mencari jawabannya.

Saya sendiri meski sudah mempelajari teknologi pikiran, nyatanya masih harus dituntut belajar dan belajar. Hal ini selaras dalam kitab suci yang mengarahkan manusia untuk selalu belajar, bahkan dari rahim sampai ke liang lahat. Sebab dari hasil survei, manusia rata-rata hanya mempergunakan 4 persen kemampuan otaknya. Sehingga, sejatinya otak atau pikiran manusia ini masih bisa ditingkatkan kemampuannya  lebih dahsyat. Tetapi tak semua orang mampu melakukannya.

Salah satu cara yang paling pas adalah, melatih pikiran untuk bekerja dan meningkatkan kemampuannya agar lebih maksimal. Terutama untuk pikiran bawah sadar. Guru saya, pakar teknologi pikiran di Tanah Air, Adi W. Gunawan menyampaikan, pikiran sadar dengan pikiran bawah sadar perbandingannya adalah 1:99.

Artinya, pikiran bawah sadar memiliki pengaruh yang sangat luar biasa. Ibarat komputer yang sangat canggih di dalam ruang kontrol tadi, hardisk sangat mempengaruhi semua peralatan. Pikiran bawah sadar memiliki kekuatan yang luar biasa, karena bekerja di luar pengetahuan pikiran sadar. Artinya, saat pikiran sadar sibuk memikirkan sesuatu hal, maka pikiran bawah sadar mengambil alih operasi dengan menjalankan berbagai program bersifat kebiasaan atau otomatis.

Pikiran bawah sadar tidak bisa berpikir kreatif. Ia beroperasi berdasar stimulus-respons, dikendalikan program yang diinstal terutama saat individu berusia 0 sampai 12 tahun. Yang membuat program pikiran bawah sadar menjadi sangat kuat adalah karena mereka bekerja tanpa sepengetahuan kita.

Untuk itu, sebaiknya sadari, bahwa ada pikiran bawah sadar yang setiap saat bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Nah, ada baiknya manusia berlatih mengendalikan pikiran bawah sadar ini. Ketika ada perasaan tidak nyaman, komunikasikan dengan pikiran bawah sadar. Apakah perasaan tidak nyaman ini akan disimpan atau dihapus? Tentu ada baiknya dihapus. Dengan sering-sering menghapus file yang tidak perlu, dan meng-upgrade semua program yang diperlukan untuk mendukung kehidupan, maka sejatinya manusia sudah berhasil mempergunakan pikirannya dengan lebih baik. Saatnya melatih kesadaran itu, sekarang! (*)
  



Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes