Sunday, May 27, 2018

“Pejabat Korupsi? Wow Kerreen....!”

Ustaz Nasrullah saat Safari Ramadan di Aston Marina, Ancol, Sabtu (26/5) tadi.


“Pejabat Korupsi? Wow Kerreen....!” Kalimat itulah yang diajarkan oleh Ustaz Nasrullah, penulis buku best seller Rahasia Magnet Rezeki (RMR) dalam Safari Ramadan Magnet Rezeki, di Hotel Aston Marina, Jakarta, Sabtu (26/5) sore, tadi.

Nasrullah menyampaikan, dalam ilmu magnet rezeki, respons pertama sangatlah menentukan. Maka, kondisi kurang baik apa pun yang terjadi, harus senantiasa direspons dengan kalimat lebih positif, termasuk misalnya “wow kerreeen...!”

Bahkan jika kemudian ada yang terkena musibah, misalnya rumah terbakar pun, hendaknya menanggapi dengan respons yang sama, “wow kerreeen...!” Kedengarannya memang kurang lazim, namun pemilik usaha properti syariah ini menyampaikan, jika sudah terbiasa maka diri akan selalu nyaman dan rezeki akan mengalir dengan sendirinya, karena sudah menjadi magnet rezeki.

Antusiasme jamaah usai Safari Ramadan.


“Mulai sekarang mari dibiasakan. Begitu mau memberikan tanggapan kurang positif, langsung ganti dengan kalimat positif. Bisa? ” tanya Ustaz Nasrullah yang serempak dijawab oleh jamaah, “bisa...!”

Ratusan jamaah baik laki-laki maupun perempuan itu, antusias mendapat penjelasan bagaimana menarik rezeki dengan cara Allah itu. Safari Ramadan itu juga diisi dengan buka puasa bersama, makan malam, salat tarawih berjamaah hingga diskusi ekonomi umat yang hasil akhirnya adalah dengan memperkuat keberadaan Koperasi Magnet Rezeki (KMR).

Ia kemudian menyampaikan, rahasia mendapatkan kekayaan dengan cara Allah adalah dengan menguasai kekuatan pikiran, yang diawali dengan melatih ucapan yang selalu positif. “Setiap hari, menusia berpikir 60 ribu kali. Setiap pikiran adalah doa, maka berpikirlah yang baik-baik saja,” pesan pria yang baru saja merilis buku selanjutnya, Diary Garputala ini.

Dengan gaya santai dan diselingi humor yang bernas, acara menanti buka puasa bersama itu pun berlalu dengan cepat. “Setiap kali akan mengucapkan kata berenergi rendah, langsung ganti kata  dengan energi lebih tinggi,” katanya.

Misalnya saja, ‘sulit’ diganti dengan kata ‘tidak mudah’, atau ‘berat’ diganti dengan kata ‘tidak ringan’. Begitu juga kata ‘miskin’ sebaiknya diganti dengan ‘belum kaya’. “Ingat, alam bawah sadar tidak pernah mengenal kata ‘tidak’ atau ‘jangan’, maka pergunakan kalimat yang tepat dalam setiap meresponse sesuatu,” sambungnya. Maka, hal yang perlu selalu dilatih adalah bagaimana selalu berbaik sangka.

Penulis bersama Ustaz Nasrullah (kiri). 


Selalu berbaik sangka ini, menurut Nasrullah akan menjaga energi seseorang selalu pada zona taqwa atau zona positif. Jika energi seseorang selalu terjaga di level ini, maka dengan sendirinya rezeki akan selalu datang tanpa disangka-sangka. 

Anda siap mencobanya?




Friday, May 25, 2018

Terapi Emosi dalam Sekejap




Saat berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya dua. Tinggalkan situasinya atau hilangkan rasa tidak nyamannya. Pilihan mana yang akan dipilih, tergantung perasaan masing-masing. Lantas apa saja tahapan yang harus dilakukan?


1. Begitu dalam posisi tidak nyaman, biasanya setiap orang secara naluriah berusaha bertahan. Namun, seberapa lama bisa bertahan? Yang paling utama adalah cek perasaan dalam diri. Apakah terus bertahan atau segera hentikan. Begitu benar-benar tidak nyaman, segera hentikan, tenangkan diri dan tarik nafas yang panjang dan dalam sebanyak 3 kali. 

2. Setelah itu sadari diri. Terima kondisi itu apa adanya. Tidak usah merasa kuat atau berpura-pura hebat dan tegar. Terima saja kondisi itu dengan segenap perasaan, akui seluruhnya. Setelah itu ajak komunikasi diri sendiri, langkah apa yang sebaiknya dilakukan.

3. Merasa bersalah atau tidak, gunakan jalur spiritual untuk memohon ampun kepada Sang Maha Pencipta.

4. Berikan doa terbaik kepada semua pihak yang sudah membuat diri tidak nyaman. Berikan doa yang sangat tulus dan ikhlas serta pasrah.

5. Berikutnya, berdoalah untuk diri sendiri. 

6. Buat senyuman terbaik pada wajah di depan cermin, dan bersyukurlah. Bersyukur karena sudah diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri sendiri.

Mari menjadi diri sendiri yang terus semangat dan selalu bersyukur. Selamat mencoba.       

Sunday, May 6, 2018

“Ya Allah, Muliakan dan Bahagiakanlah Pak Jokowi”





“Ya Allah, muliakan dan bahagiakanlah Pak Jokowi.”

Saat membaca kalimat doa di atas, bagaimana tanggapan Anda? Ingat, response Anda yang paling pertama sangatlah menentukan. Jika Anda mengaminkan doa di atas, maka yakinlah doa itu akan kembali kepada siapa saja yang mengaminkannya. Sebaliknya, jika ada yang mencibir atau sinis dengan doa itu, maka juga akan kembali kepada mereka yang mencibir atau sinis. Lagi-lagi, semua response itu akan kembali pada diri sendiri.

Wednesday, April 25, 2018

Boleh Jadi, Ini Penyebab Jahrani Suka Makan Sendok



Nama Jahrani segera menghiasi media massa. Pemuda 26 tahun asal Loa Duri Ilir, Loa Janan – Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim ini bikin heboh karena perilakunya yang suka memakan benda-benda asing. Kali ini, sebuah sendok makan berhasil ditelannya. Terlihat jelas ketika dirontgen, ada gambar logam yang biasanya digunakan untuk membantu menyuap makanan.

Pertama kali saya tahu kasus ini ketika nama saya ditautkan dalam sebuah komentar di salah satu grup Facebook. Dalam tautan itu, salah satu pengguna media sosial menyarankan agar Jahrani menjalani sesi hipnoterapi. Nama saya pun direkomendasikan akun tersebut untuk membantu melakukan hipnoterapi. Tujuannya agar kebiasaan Jahrani memakan benda-benda aneh, yang lebih dikenal dengan istilah pica, bisa diatasi.

Saya pun membalas komentar itu, sekaligus siap memberikan layanan cuma-cuma jika yang bersangkutan bersedia dibantu ditangani menggunakan metode hipnoterapi.

Lalu kira-kira apa penyebab Jahrani suka makan benda aneh? Memang tidak mudah untuk mengetahui jawabannya. Jika yang bersangkutan bersedia menjalani proses hipnoterapi, akan diketahui penyebab awal Jahrani bisa sampai menelan sendok.

Masalah yang dihadapi setiap orang, tidak mungkin muncul secara tiba-tiba. Pasti ada pemicunya. Demikian pula yang terjadi pada Jahrani. Setiap masalah sejatinya seperti bola salju yang terus menggelinding dan terus membesar jika tidak segera ditangani. Guna menghentikan gulungan bola salju ini, cara paling efektif adalah dengan mencabut akar masalahnya. Melalui intervensi di pikiran bawah sadarnya, kebiasaan yang kurang pas ini menjadi lebih mudah diatasi.

Teknik hipnoterapi yang tepat akan membimbing Jahrani mencari penyebab awal. Sehingga bisa diketahui mengapa dia suka memakan benda asing atau benda-benda yang tidak lazim. Ini harus dilakukan pada kondisi pikiran bawah sadar yang dalam dan presisi. 

Kenapa harus dilakukan dalam pikiran bawah sadar? Sebab dalam kondisi sadar 100 persen, Jahrani bisa saja menyembunyikan informasi mengenai perilaku yang dilakukannya. Bahkan Jahrani bisa menyangkal atau tidak percaya bisa memakan semua benda tersebut. Paling lazim, Jahrani sudah lupa pada apa yang menjadi akar masalahnya itu. Ini yang menyebabkan intervensi pada kondisi sadar kurang membuahkan hasil.

Diperlukan teknik hipnosis yang tepat, agar klien seperti Jahrani berada di kedalaman profound somnambulism, sehingga bisa diketahui akar masalahnya dan dilakukan pencabutan.

Jika diminta mengatasi masalah kebiasaan makan yang menimpa Jahrani, yang harus segera saya cari adalah Initial Sensitizing Event (ISE). ISE adalah sebuah kejadian yang menjadi penyebab awal atau pemicu munculnya masalah yang terus membesar.

Umumnya, kejadian pada ISE tidak langsung memunculkan masalah yang mengganggu klien. Namun ISE ini akan terus menggelinding di pikiran bawah sadar sekaligus memperkuat trauma yang terjadi pada kejadian awal yang disebut sebagai Subsequent Sensitizing Event (SSE).

Biasanya, klien tidak mudah mengingat apa yang menjadi ISE atas kasus yang sedang dialaminya. Selain memang sudah lama, umumnya sudah tersimpan dengan rapi di pikiran bawah sadar. Namun jika ada pemicu yang kuat, ISE bisa langsung aktif muncul dan menimbulkan timbulnya masalah baru.

Boleh jadi, awalnya seseorang pada usia tertentu, umumnya ketika masih anak-anak, pernah memasukkan benda asing ke dalam mulutnya. Apalagi, di usia anak-anak, pica atau kebiasaan memakan benda aneh sangat rentan terjadi. Saat benda tidak lazim itu berada di mulutnya, bisa saja merasa tenang, nyaman, atau enak.

Maka, secara tidak sengaja, kebiasaan itu akan diulangi kembali. Jika rasa enak atau nyaman kembali dirasakan, maka hal itu akan semakin kuat dan pikiran bawah sadar seolah mendapat konfirmasi bahwa benda itu wajar dimasukkan ke dalam mulut, bahkan hingga ditelan.

Jika akar masalah atau penyebab awal bisa ditemukan dan dicabut, maka dengan sendirinya perilaku menyimpang ini akan menghilang. Itu sebabnya, proses terapi kadang memerlukan waktu hingga beberapa sesi untuk mencari akar masalahnya. Apalagi jika akar masalahnya sudah tersimpan cukup dalam dan sudah dilapisi dengan masalah lain yang bertumpuk-tumpuk. Sehingga proses terapi tak ubahnya seperti mengupas kulit bawang, harus dilepas satu demi satu.

Tentu saja apa yang saya tuliskan di atas hanya sebatas dugaan. Penyebab sesungguhnya atas masalah yang dialami Jahrani baru bisa diketahui jika dilakukan proses hipnoterapi oleh hipnoterapis klinis profesional.
Demikianlah kenyataannya. (*)

Endro S. Efendi
*) Hipnoterapis Klinis, Pengurus Pusat Asosiasi Hipnoterapis Klinis Indonesia (AHKI) 



Wednesday, March 14, 2018

LUAR BIASA? Pria Ini Pernah Telan Sendok, Engsel, hingga Pisau



Jahrani, pria asal Loa Duri Ilir, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ini pernah memakan engsel, garpu, hingga pisau. Terakhir, pemuda berusia 25 tahun ini harus dioperasi karena makan sendok. Lantas apa yang menjadi penyebab pria ini suka memakan makanan yang kurang lazim?

Sunday, February 4, 2018

Temukan Video Porno Suaminya, Ini yang Dialami Peni



“Pak, tolong bantu saya. Saya tidak kuat. Saya sudah tidak sanggup. Rasanya mau mati saja,” terdengar suara wanita di ujung telepon diiringi tangisan terisak.

Friday, February 2, 2018

Ternyata Ini Penyebab Juwita Sulit Mengendalikan Nafsu Makannya



Salah satu yang membuat diet berantakan adalah, sulitnya mengendalikan nafsu makan. Meski sudah ikut program diet dengan biaya hingga jutaan rupiah, namun nyatanya, dorongan untuk bisa makan apa saja, selalu membuncah di dalam dada. Lalu bagaimana solusinya?

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...