HYPNO NEWS

Hipnoterapi

Hipnoterapi Anak

Keluarga

Wednesday, June 12, 2019

Angela Gilsha Bisa Saja Sulit Punya Anak



Tulisan pada Insta Story yang diunggah pesinetron Angela Gilsha menuai kecaman luar biasa. Tak hanya di dalam negeri, media asing pun tak ketinggalan ikut memberikan ulasan terhadap apa yang dilakukan pesohor satu ini.

Bagaimana tidak? Ketika sedang naik pesawat, Angela mendapati ada suara bayi rewel, yang menangis dan tidak mampu ditenangkan orang tuanya. Saat itu pula, Angela menulis postingan pada Insta Story-nya, “Gue lebih setuju bolehin hewan peliharaan masuk pesawat dibanding bayi.”



Tentu saja, postingan itu segera menuai kecaman. Meski sudah dihapus dan meminta maaf, ingat netizen maha kejam. Jejak digital tidak mudah disingkirkan. Satu orang saja sempat mengabadikan postingan itu, maka tidak mudah untuk membersihkan postingan itu.

Komedian Babe Cabita yang punya bayi pun ikutan komentar, karena merasa tersinggung. Dia mengatakan akan memasukkan anaknya ke koper supaya suara tangisannya tidak terdengar. Ringgo Agus Rahman juga ikut berkomentar. Selain keduanya, masih banyak lagi yang bereaksi atas postingan itu.

Seandainya merasa kesal dengan suara tangisan bayi, sah-sah saja. Tapi membandingkan bayi dengan hewan peliharaan, tentu hanya bisa mengurut dada saat membacanya.



Apa yang dialami Angela boleh jadi karena di masa lalu ada trauma terkait suara tangisan bayi. Sehingga ketika mendengar suara bayi resel, langsung bereaksi yang luar biasa. Jika ini tidak dinetralisir tentu akan berbahaya bagi masa depan dia sendiri.

Lantas apalagi dampaknya? Ini dampak yang menurut saya mengkhawatirkan. Apa itu? Angela berpotensi mandul alias tidak memiliki anak. Kenapa? Karena atas kejadian itu, boleh saja ada program yang masuk di pikiran bawah sadar Angela.

Punya anak itu merepotkan. Suara bayi itu menjengkelkan. Bayi rewel itu menyebalkan. Mending pelihara hewan ketimbang bayi. Itulah program-program yang berpotensi masuk ke dalam pikiran bawah sadar.



Belum lagi, disumpahin orang atau di-bully juga berpotensi masuk ke dalam pikiran bawah sadar. Saat disumpahin atau di-bully kemudian merasa sakit hati, maka saat itulah pikiran bawah sadar terbuka lebar. Saat itu pula program akan masuk dengan sendirinya.

Semoga saja, Angela bisa menarik hikmah dan pelajaran dari kasus ini. Sebagai saran, ada baiknya pikiran bawah sadar Angela di-install ulang, sehingga ke depan tidak berpotensi melakukan kekeliruan yang sama.

Bagaimana menurut sahabat?



Friday, May 3, 2019

Keterlaluan!!! Pilot Lion Air Pukul Karyawan Hotel




Media sosial kembali heboh dengan beredarnya video yang diduga oknum pilot Lion Air sedang memukul karyawan Hotel La Lisa Surabaya. Konon, pemukulan itu terjadi akibat sang pilot kecewa karena hasil cucian pada seragamnya kurang sesuai harapan. Haruskah marah dilampiaskan dengan cara pukulan seperti itu?

Izinkan saya mencoba mengulik kasus ini dari sisi teknologi pikiran yang selama saya geluti. Saya tertarik mendalami hipnoterapi klinis berbasis teknologi pikiran karena sebelumnya juga memiliki persoalan dalam mengelola emosi.

Guruku Kekasihku, Tariklah Honormu



Hampir setiap tahun, setiap Hari Pendidikan Nasional, selalu muncul isu guru yang kurang sejahtera. Utamanya para guru honorer yang nasibnya belum menguntungkan. Lantas, sampai kapan kondisi ini terus dibiarkan?

Pemerintah jelas harus bertanggung jawab. Namun, benarkah semua ini tanggung jawab pemerintah sepenuhnya? Sesuai undang-undang, memang sudah sepatutnya urusan pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah.

Thursday, May 2, 2019

Anda Usia 40 Tahun? Tagihan Oksigen Anda Rp 332 Juta



Setiap umat harus pandai bersyukur. Saya yakin semua sepakat dengan hal itu. Bersyukur ini paling sering disampaikan tapi tidak mudah dalam penerapannya. Terkadang harus ada sesuatu yang tidak menyenangkan terlebih dahulu, barulah manusia bisa bersyukur.

Tuesday, April 30, 2019

Sim Salabim, Perilaku Anak Jadi Semakin Manis




Beberapa waktu lalu, salah satu sahabat mengeluhkan kondisi anaknya yang perilakunya kurang ramah. Ini adalah anak terakhir. Anak tersebut duduk di kelas 6 sekolah dasar. Cenderung pendiam dan boleh dibilang agak jutek saat di rumah. 

Berbeda jauh dibandingkan ketika di sekolah yang selalu riang dan gembira. Hal itu bertolak belakang dengan kakak-kakaknya yang lebih ramah dan bisa berkomunikasi dengan baik.

Friday, April 26, 2019

Pesta Demokrasi dan Sulitnya Menahan Diri




Sepanjang pesta demokrasi yang sedang berlangsung hingga keputusan final nanti, hal yang tidak ringan untuk dijalani adalah menahan diri. Menahan diri untuk tidak meluapkan perasaan apa pun itu. Baik perasaan menang maupun tidak menang.

Adalah lumrah, di dalam setiap diri manusia ada bagian diri yang selalu ingin menang, tak rela kalau sampai tidak memenangi kompetisi. Nah, selama proses demokrasi itu, bagian diri inilah yang sangat aktif dan menguasai diri setiap individu.

Thursday, April 11, 2019

Agar Kasus Audrey Tak Terulang




Kasus Audrey terbukti begitu banyak menyita perhatian publik. Baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Entah kalau di dunia lain, karena saya tidak punya kemampuan menerawang sampai ke sana. Audrey adalah bocah perempuan 14 tahun di Pontianak yang menjadi korban perundungan oleh 3 siswi SMA. Tak hanya mengalami luka fisik, tentu juga luka batin yang tidak ringan.  

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes