Tuesday, November 24, 2015

“Sampean Wartawan atau Dukun?”


Pagi-pagi, saya mendapat pertanyaan yang cukup menohok saat ketemu dengan kawan lama di kampus Universitas Mulawarman Samarinda. “Mas, sampean ini sebenarnya wartawan atau dukun?” tanyanya dengan terkekeh.

Ya, teman kuliah yang kini menjadi dosen itu, mengaku kerap membuka dan melahap tulisan yang saya sajikan di www.endrosefendi.com setiap ada kesempatan. Yang membuatnya berpikir saya sebagai ‘dukun’ adalah, hampir semua masalah bisa dibantu untuk diatasi.

“Saya memang dukun. Dukun berijazah dan bersertifikat,” kata saya menimpali. Tentu dengan gaya bercanda, lazimnya sahabat yang lama tak pernah jumpa.


Sahabat, Allah, Tuhan yang Maha Kuasa memang sudah memberikan anugerah yang luar biasa, berupa pikiran bawah sadar yang pola kerjanya sangat dahsyat. Inilah yang menjadi rahasia, kenapa semua masalah bisa dibantu untuk diselesaikan dengan sangat mudah. Kenapa? Karena sejatinya diri kita sudah memiliki sistem yang ampuh dan otomatis untuk menyelesaikan masalah sendiri.

Dulu, saya juga tidak mengira semua masalah bisa selesai dengan mudah. Terutama masalah yang berkaitan dengan pikiran bawah sadar. Tapi dalam pemahaman yang sekarang, ternyata masalah yang terjadi umumnya ya dari diri sendiri. Mau masalah fisik atau psikis, semua berasal dari diri sendiri.

Bahkan tabrakan pun bisa berasal dari diri sendiri. Kok bisa? Ya bisa saja, ketika pikiran lagi tidak tenang dan galau, mengemudi kendaraan menjadi kurang fokus dan tidak konsentrasi, sehingga membahayakan pengendara lain terutama diri sendiri.   

Setelah belajar teknologi pikiran, maka apa yang disampaikan Ustaz Danu yang terkenal dengan programnya di televisi, Bengkel Hati, semua ada korelasinya dan memang sangat terbukti.

Namun untuk menjawab pertanyaan sahabat saya tadi, meski disampaikan dengan gaya bercanda, izinkan saya memberikan penjelasan. Apa yang saya pelajari dan apa yang saya praktikkan saat ini, semuanya alamiah dan tidak ada unsur magic atau ilmu hitam. Kalau kulit saya memang hitam, tapi apa yang saya pelajari sama sekali bukan ilmu hitam. Ini adalah ilmu teknologi pikiran yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan sudah ada sejak tahun 1700-an.

Kelak, justru hipnoterapi berbasis teknologi pikiran ini akan memegang peranan penting dalam terapi kompliementer yang sangat ampuh. Terbukti, saat ini sudah banyak rekan saya para dokter yang juga mendalami bidang ini. Bahkan ada yang terang-terangan menyampaikan akan berhenti jadi dokter, dan mendalami hipnoterapi berbasis sains ini.

Bagaimana menurut Anda?      

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...