HYPNO NEWS

Sunday, January 15, 2017

Dua Mazhab dalam Hipnoterapi



Bagi masyarakat awam, umumnya menganggap hipnoterapi semuanya sama. Asal mendengar kata hipnoterapi, dianggap seluruhnya menggunakan metode yang sama. Padahal, dalam dunia hipnoterapi ada dua mazhab besar, yakni mashab pantai Timur dan mazhab pantai Barat.

Lantas, di mana perbedaan dari kedua mazhab ini? Perbedaannya adalah dari metode yang digunakan saat proses hipnoterapi. Mazhab pantai Timur mengandalkan sugesti, sedangkan mazhab pantai Barat lebih mengandalkan prosedur hipnoanalisis serta restrukturisasi.


Nah, mazhab yang berbeda inilah yang kemudian membedakan hasil dari terapi yang dilakukan menggunakan metode hipnoterapi. Untuk kasus tertentu yang ringan, metode sugesti bisa saja bisa mengatasi masalah. Namun, untuk masalah yang berhubungan dengan emosi bahkan trauma atas masa lalu, sugesti saja tidak akan cukup. Kenapa? Karena belum menjangkau akar dari masalah. Untuk itu, yang diperlukan tidak sekadar sugesti namun perlu juga mencabut akar masalah hingga menghapus trauma di masa lalunya.

Itulah kenapa, di Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology (AWGI), kami para hipnoterapis dibekali banyak teknik hipnoanalisis termasuk restrukturisasi untuk menjangkau akar masalah. Dengan demikian sudah jelas jika hipnoterapis AWGI menggunakan mazhab pantai Barat. Tidak semata sugesti tapi mengedepankan hipnoanalisis dan restrukturisasi.

Jangan heran jika kemudian durasi yang diperlukan saat hipnoterapi bahkan bisa mencapai lebih dari 2 jam. Saya misalnya, pernah melakukan terapi dengan memakan waktu hingga 5 jam. Terbayang berapa banyak energi yang harus saya keluarkan. Beruntung, di AWGI juga kami dibekali teknik pemulihan energi sehingga bisa kembali fit.

Karena durasi hipnoanalisis yang cukup lama ini pula, para hipnoterapis AWGI dalam satu hari tidak banyak menerima klien. Saya misalnya, maksimal hanya bisa dua klien. Kenapa? Karena ingin fokus membantu klien benar-benar menuntaskan masalahnya. Tidak terpaku pada waktu yang sudah dialokasikan.

Itu sebabnya, rasanya aneh jika mendengar ada hipnoterapis yang melakukan terapi hanya dipatok waktu 1 jam. Selesai atau tidak, klien langsung ‘dibangunkan’ dan terapi akan dilanjutkan di sesi berikutnya. Kenapa? Karena sang terapis sudah ada janji pada klien lain. Tak heran jika sehari bisa menerima klien lebih dari 5 orang.

“Saya sudah pernah hipnoterapi sampai 8 kali, tapi hasilnya tidak maksimal,” sebut klien yang akhirnya beralih ke saya, setelah sebelumnya ditangani hipnoterapis lembaga lain. Karena itu tadi, durasi waktunya sangat terbatas.

Itu sebabnya, AWGI punya standar yang benar-benar tegas dan terukur sekaligus fokus untuk memberikan kesembuhan pada klien. Untuk satu masalah yang sama, kami hanya diperbolehkan menangani maksimal sebanyak 4 kali terapi. Lebih dari itu, dipersilakan klien mencari terapis lain. Dengan komitmen ini, baik terapis maupun klien harus benar-benar serius menuntaskan masalahnya.

Namun dari hasil terapi yang dilakukan para terapis alumni AWGI, sangat jarang ada yang sampai perlu 4 kali terapi. Paling sering cukup sekali atau dua kali terapi sudah tuntas. Namun semua bergantung pada klien itu sendiri, karena hipnoterapis tidak diperkenankan menjanjikan kesembuhan. Semua yang dilakukan adalah kontrak upaya, bukan kontrak hasil.

Demikianlah kenyataannya. (*)     


Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes