HYPNO NEWS

Tuesday, December 22, 2015

Pahami Bahasa Cinta Pasangan Anda


“Sebenarnya, suami saya lebih banyak di rumah. Ngga kemana-mana. Tapi saya tetap merasa sendirian, merasa kurang diperhatikan. Wajar kan kalau kemudian saya lebih suka aktif di dunia maya.”

Ungkapan di atas disampaikan klien wanita yang sudah menikah lebih 15 tahun, dan kini di ambang perceraian. Sang suami sudah mendaftarkan kasus perceraiannya di Pengadilan Agama Samarinda. Sebagai kaum hawa, wanita ini mengaku hanya pasrah saja menunggu takdir palu hakim jika memang kasus ini berlanjut sampai persidangan.


Atas saran salah satu sahabatnya, wanita ini diarahkan agar berkonsultasi dengan saya. Akhirnya wanita ini menjalani sesi konsultasi di ruang praktik selama hampir 4 jam. Tidak ada proses hipnoterapi. Sebab klien ini memang datang hanya untuk diskusi masalah rumah tangganya.

Beruntung, klien datang didampingi dengan suaminya. Wanita ini pula yang ngotot agar ikut serta, dengan harapan bisa memperbaiki keadaan yang sudah di ujung rasa putus asa ini.

Dari hasil konsultasi terungkap, pasangan yang memiliki dua anak ini masing-masing belum memahami bahasa cinta. Sebab, setiap orang, dalam hal ini baik suami maupun istri, memiliki bahasa cinta yang berbeda-beda.

Dalam buku Lima Bahasa Cinta karya Gary Chapman, setiap orang wajib memahami bahasa cinta dari pasangan. Apa lima bahasa cinta itu? Masing-masing: pujian, waktu yang berkualitas, pelayanan, hadiah, dan sentuhan.  

Dalam setiap individu, memiliki bahasa cinta yang berbeda pula. Ada yang suka dipuji, namun ada yang lebih suka bila diberi hadiah. Sementara yang lain lebih suka dilayani, atau lebih suka menghabiskan waktu bersama-sama. Terakhir, ada yang lebih suka jika disentuh secara fisik.

Dalam contoh pasangan suami-istri di atas, bahasa cinta sang istri adalah waktu yang berkualitas dan sentuhan. Suaminya lebih sering di rumah karena bekerja sebagai pemborong. Usahanya sudah bisa dijalankan oleh karyawannya. Namun, meski di rumah, hati istri merasa berjauhan dengan suami.

“Suami saya kalau di rumah ya sibuk di depan komputer. Ada suami atau ngga ada suami di rumah, rasanya ya sama saja,” katanya.

Sementara sang suami, menganggap bahasa cinta istrinya adalah hadiah. Dia beranggapan, jika bisa memenuhi semua permintaan istri, maka dia sudah memberikan kasih sayang yang sepenuhnya.

Perbedaan pemahaman mengenai bahasa cinta inilah yang kemudian memicu perselisihan bahkan berujung pada rencana perceraian. Baik suami maupun istri, akhirnya saya minta menyampaikan bahasa cintanya masing-masing.

Usai sesi konsultasi, keduanya pun kembali ke rumah, dan berjanji untuk mencoba memperbaiki hubungan dengan lima bahasa cinta yang sudah mereka pahami.

“Alhamdulillah mas, tadi siang suami saya sudah mencabut berkasnya di pengadilan agama. Doakan kami bisa langgeng selamanya,” sebut wanita ini berkirim pesan melalui telepon seluler saya, Selasa (22/12) sore tadi. Entah  kebetulan atau tidak, hal itu seolah menjadi hadiah tersendiri bagi wanita tersebut “Pas momen hari ibu,” lanjutnya kemudian.

Sahabat, mari cek kembali bahasa cinta pasangan Anda. Termasuk para jomblo, pahami bahasa cinta lawan jenis Anda, agar apa yang disampaikan bisa tepat sasaran.

Pasangan yang tidak suka dipuji, jangan harap takluk dengan sebait puisi. Yang ada, pasangan Anda malah merasa mual dan tak lagi bersimpati. Sebaliknya, pasangan yang memang suka dipuji, jelas akan bertekuk lutut jika diberikan rangkaian kata indah penuh makna mendalam.

“Mas, wanita sekarang ukurannya selalu hadiah ini dan itu,” kata salah satu sahabat pria kepada saya. Kalau memang Anda tidak suka wanita yang bahasa cintanya hadiah, ya jangan memaksakan diri. Yang ada, begitu Anda tidak lagi memberikan hadiah seperti keinginan, maka rasa cinta pun akan ikut melayang.

Karena itu, jangan heran jika ada pasangan yang keduanya biasa-biasa saja secara fisik, namun terlihat rukun dan damai. Boleh jadi, keduanya sudah saling memahami bahasa cinta masing-masing.

Sementara pasangan artis yang dari berbagai hal tidak kurang suatu apa pun, baik fisik maupun materi, nyatanya tidak sedikit yang bubar. Jangan-jangan keduanya belum memahami bahasa cinta pasangannya.


Bagaimana menurut Anda?    

Share this:

Post a Comment

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes