HYPNO NEWS

Thursday, November 26, 2015

Sering Menyingkat Pesan, Ini Dampaknya


Seorang sahabat, mengadu ke saya. Intinya, dia tidak mengira jika apa yang dia lakukan ternyata ditiru oleh anaknya. Saat anaknya pulang sekolah, seperti biasa, dia membantu melakukan evaluasi kepada anaknya.

Hari itu, anaknya membawa hasil ujian pelajaran Bahasa Indonesia. Hasilnya, si anak mendapat nilai 93. Sebuah nilai yang juga tidak bisa dianggap rendah. Akan tetapi yang membuat sahabat saya ini menyanyikan lagu Cita Citata adalah, sebetulnya nilai anaknya bisa lebih tinggi? Lah kenapa? Karena kesalahan yang dilakukan anaknya sangat sepele.
 
“Anak saya disuruh membuat kalimat berdasarkan gambar. Ejaannya sudah betul semua, tapi sayang, ada beberapa kata yang disingkat sama dia,” ujarnya melalui pesan pendek.

Sahabat saya ini pun tidak menyadari, ketika dia berkirim pesan ke saya kata-katanya juga sebagian besar disingkat. Tentu apa yang dia sampaikan sudah saya editing supaya lebih sempurna. Beberapa kata yang disingkat misalnya sudah menjadi ‘sdh’, hukuman menjadi ‘hkmn’, dan ada beberapa singkatan kata lainnya. Andai tidak disingkat, karena hal ini dianggap salah oleh guru, anaknya bisa mendapat nilai sempurna.

Sahabat saya ini mengaku sempat mau marah. Untung dia segera ingat, beberapa hari sebelumnya, anaknya sempat membaca pesan pendek yang dia kirimkan untuk suaminya.

Anaknya ketika itu sempat bertanya, “Ma, ‘sdh’ itu apa? ‘Yg’ itu apa?” tanya si anak. Sahabat saya ini kemudian menjelaskan, bahwa itu adalah singkatan. Salahnya adalah, tidak dijelaskan bahwa singkatan seperti itu tidak boleh digunakan untuk menjawab soal ujian.

Karena itu, sahabat saya ini akhirnya menyadari kesalahannya. “Saya tidak mengira dia menulis dengan cara disingkat karena meniru cara menulis saya ketika berkirim pesan,” katanya.

Si anak memang sempat ditegur agar tidak melakukan penulisan dengan cara menyingkat seperti itu. “Aku kan ikut sama mama. Mama juga kalau BBM sama papa juga gitu,” ucap sahabat saya menirukan jawaban anaknya.

Sahabat semua, itulah luar biasanya anak. Anak selalu belajar dari lingkungannya. Apa yang dilakukan orang tua, umumnya akan ditiru dan diduplikasi oleh anak. Bahkan urusan yang mungkin dianggap sepele, seperti menulis dengan cara menyingkat seperti di atas, nyatanya mudah diserap oleh pikiran bawah sadar.

Informasi yang diberikan terus-menerus, akan mudah masuk dan melekat di pikiran bawah sadar. Tak heran jika prinsip mendidik yang terbaik hingga saat ini adalah, beri keteladanan. Percuma melarang anak melakukan ini dan itu, atau mengajak anak melakukan ini dan itu, tapi nyatanya orang tuanya tidak memberikan contoh.

Bagaimana menurut Anda?


Share this:

 
Copyright © 2014 Hipnoterapi Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes