Monday, May 2, 2016

Bagaimana Konsep Diri Anda?


Setiap individu memiliki konsep diri yang berbeda beda, termasuk value atau nilai nilai yang dimilikinya. Coba perhatikan ketika sedang berada di pusat perbelanjaan. Setiap individu merasa nyaman dengan pakaian yang dikenakan. Ada yang pakai baju santai, formal, casual, bahkan ada yang pakai daster hingga celana pendek dan kaos oblong. Semua bergantung dari konsep dirinya masing-masing.

Anda, mungkin hanya membatin, atau berkomentar dalam hati jika melihat ada yang berpakaian kurang pantas. Ingat, kategori pantas atau tidak ini sangat relatif. Bagi saya pantas, bagi orang lain belum tentu.


Mereka yang menggunakan pakaian seksi bahkan memperlihatkan bentuk dan kemolekan tubuhnya, bisa saja merasa pantas. Sebab konsep dirinya memang ingin terlihat menonjol. Sementara bagi yang lain, ada yang menganggap kurang tepat.

Ada pula yang berpakaian sangat sederhana, sandal jepit, kaos oblong dan celana pendek. Bagi penggunanya bisa saja merasa pantas, karena dia merasa nyaman. Dia menjadi dirinya sendiri dengan berpenampilan seperti itu. Itulah konsep diri yang sedang ia bangun. Sehingga dia sama sekali tidak peduli dengan orang lain.

Saya dulu juga seperti itu. Suka sekali mengenakan kaos oblong, celana pendek, sandal jepit. Tak peduli di mal yang besar sekalipun, saya merasa itulah diri saya saat itu.

Seiring waktu, ternyata banyak nilai-nilai baru yang tertanam di pikiran bawah sadar. Ketika saya kembali melihat foto diri saya yang dulu, ternyata memang "parah" banget. Cara berpakaian seperti itu memang benar benar tidak menghargai diri saya sendiri. Bagaimana saya bisa dihargai orang lain wong saya juga cuek dengan diri sendiri.

Begitu pula kaum hawa yang dulu suka memakai pakaian seksi dan kini sudah berhijab. Coba cek foto lama Anda, Bagaimana diri Anda yang dulu? Tidak usah menyesal, itulah pemahaman dulu yang berbeda dengan saat ini.

Transformasi atau perubahan, hanya bisa dilakukan seiring dengan nilai-nilai yang juga terus berkembang dalam pikiran bawah sadar seseorang. Perubahan tidak bisa hanya dilakukan karena ikut-ikutan atau sekadar tren. Perubahan yang kekal adalah perubahan dari dalam diri sendiri dengan memberikan makna atau nilai khusus atas perubahan tersebut.  


Bagaimana menurut Anda?



Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...