BREAKING NEWS

Monday, October 24, 2016

Pasrah, Impian ke Korea Selatan Itu Akhirnya Tercapai



Bisa bertolak ke Korea Selatan bersama delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), tentu merupakan pencapaian tersendiri bagi saya. Apalagi kunjungan ke negeri ginseng itu merupakan undangan dari Journalist Association of Korea (JAK), alias organisasi persatuan wartawan di Korea. Padahal awalnya, saya sudah gagal untuk bisa masuk dalam delegasi ini hanya gara-gara lambat mendaftar.



Saat itu saya dalam perjalanan naik kereta dari Bandung ke Jakarta, selepas membawa kontingen Kaltim di Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Bandung, Juli 2016. Di atas kereta api itu, terjadi obrolan di grup WhatsApp para ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) provinsi dari seluruh Indonesia.

Dalam obrolan itu disampaikan, ada undangan dari Journalist Association of Korea (JAK) untuk 15 orang untuk berkunjung ke negara tersebut. Ada kuota 10 orang, khusus untuk para ketua PWI yang ditunjuk menjadi delegasi kunjungan ini. Sisanya 5 orang dari pengurus pusat.

Saat itu, saya tidak terpilih. Maklum, sebagai ketua PWI provinsi yang paling yunior alias paling muda dari sisi usia, tentu harus mengalah dengan yang lebih senior. Namun jujur saja, dalam hati ada keinginan untuk berkunjung ke negara yang bersebelahan dengan Korea Utara ini.


Ketika itu, saya akhirnya dipilih untuk delegasi yang ke China, November mendatang. Namun jujur saja, rasanya kurang nyaman. Ke China, tentu saja senang. Namun entah kenapa, rasanya lebih nyaman jika berkunjung ke negara yang populer dengan musik K-Pop nya ini.

Maka seperti biasa, yang saya lakukan adalah tetap menulis impian. Ketika saya tuliskan, nyatanya seluruh bagian diri ini nyaman dan seolah menyetujui jika pergi ke Korea. Berikutnya, saya benar-benar yakin jika pada akhirnya akan tetap bertolak ke negara ini, entah bagaimana caranya. Sebab, soal cara itu urusan Sang Maha Kuasa. Tugas manusia hanya menuliskan impian saja, dan meyakini saja.

Setelah punya impian dan yakin, syarat ketiga adalah pasrah. Pasrahkan saja hasil dari impian itu. Terwujud atau tidak, tentu menjadi kehendak Sang Maha Kuasa. Bukankah manusia hanya mampu berencana, sementara pengambil keputusan tetaplah Sang Maha Pencipta.

Berikutnya, hal keempat yang dilakukan adalah bersyukur. Ketika itu, meski tidak dipilih untuk ke Korea Selatan, saya tetap bersyukur sudah dipilih menjadi delegasi untuk ke China. Rasa syukur ini juga ditambah dengan hal lain yakni bersyukur atas kesehatan, keselamatan, kebahagiaan dan sebagainya.

Terakhir yang perlu dilakukan adalah doa. Namun, doa terbaik adalah kembali bersyukur atas apa yang sudah didapatkan dan dinikmati selama ini. Bukankah sudah disebutkan ‘barang siapa yang bersyukur, maka nikmatnya akan ditambah.’

Hasilnya, ternyata sama sekali tidak meleset. Sebulan sebelum keberangkatan ke Korea Selatan 20 Oktober 2016, ternyata satu anggota delegasi batal alias tidak bisa ikut serta. Padahal tiket pesawat sudah dibeli dan visa pun sudah diurus. Saat itulah, ketua bidang daerah PWI Pusat, Atal S. Depari menghubungi saya.

“Anda menggantikan ke Korea Selatan ya. Kirimkan segera paspor untuk diurus visanya,” ucap beliau di sela aktivitas saya bekerja. Seolah tidak percaya, saya sempat terdiam sesaat. Memastikan bahwa panggilan tadi adalah nyata. Segera saja saya bongkar lemari, mencari paspor, untuk memotretnya dan mengirimkan ke sekretariat PWI melalui surat elektronik. Saat itu juga saya berfoto untuk kelengkapan syarat mendapatkan visa, dan mengirimkannya bersama paspor asli.

Ternyata tidak salah saya meletakkan impian bertolak ke Korea Selatan. Jamuan yang diberikan pihak JAK memang sangat luar biasa. Semua fasilitas yang diberikan benar-benar nomor wahid. Selama hampir satu minggu, saya bersama 12 anggota delegasi lainnya, menjadi nomaden di negara ini. Pindah dari satu hotel ke hotel lainnya, berkunjung dari satu kota ke kota lainnya.


Di Seoul misalnya, ditempatkan di hotel bintang lima tepat di pusat kota Seoul, seberang City Hall Seoul dan tak jauh dari pusat wisata belanja Myeongdong. Selain di Seoul, rombongan juga diajak ke Pulau Jeju yang menjadi andalan wisata negara ini. Menggunakan pesawat udara, kami sempat dua malam di Jeju. Dari mulai menikmati yacht, kapal selam, hingga wisata ke museum mesum. Di Jeju juga sempat diajak untuk melihat proses produksi air minum paling laris Samdasoo. Tak hanya di Jeju, kami juga diajak ke Busan, serta ke Changwon, sebuah kawasan industri di Korea. Termasuk ke pusat industri pesawat terbang Korea juga di kota ini.


Selain saya, rombongan ke Korea Selatan itu masing-masing Atal S. Depari (ketua bidang daerah PWI Pusat), Teguh Santosa (pengurus PWI Pusat bidang luar negeri), Agus (pengurus PWI Pusat), Mirza Zulhadi (ketua PWI Jabar), Firdaus (ketua PWI Banten), Zacky Antony (ketua PWI Bengkulu), Basril Basar (ketua PWI Sumbar), Ramon Damora (ketua PWI Kepri), Amir Machmud (ketua PWI Jawa Tengah), Mursyid Sonsang (ketua PWI Jambi), Dwikora Putra (ketua PWI Bali), dan Tarmilin Usman (ketua PWI Aceh).

Karena itu, jika punya impian, tulis saja. Pastikan impian itu sudah nyaman dan disetujui oleh seluruh bagian diri. Jika sudah seperti itu, tinggal yakin, pasrah, syukur dan berdoa kepada Sang Maha Kuasa. Maka, dengan izin-Nya semua akan terwujud dengan mudah dan nyaman. Demikianlah kenyataannya. (*)      



Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes