BREAKING NEWS

Wednesday, December 7, 2016

Wanita Ini Selalu Takut Melihat Masa Depan, Ternyata Hanya Gara-gara….



Bulan lalu, sebelum mendapat tugas di Jakarta, saya sempat melakukan terapi pada salah satu klien wanita. Sebut saja namanya Ani, berusia 42 tahun, bekerja di salah satu instansi pemerintah di salah satu daerah di Pulau Jawa.

Hampir satu bulan sebelumnya Ani membuat jadwal terapi. Maklum, padatnya kegiatan yang harus saya jalani, membuat tidak banyak waktu yang saya alokasikan untuk melakukan terapi. Sesuai jadwal, Ani akhirnya datang ditemani adik sepupunya.


Perlu waktu lebih satu jam untuk sekadar ngobrol santai, untuk membuat Ani nyaman. Saya pun manfaatkan waktu tersebut untuk menyelipkan informasi tentang hipnoterapi. Meski setelah ngobrol, tetap diberikan penjelasan yang rinci dan detail tentang proses terapi yang akan berlangsung.

“Saya sebenarnya sudah lama ingin mencoba metode hipnoterapi, tapi belum yakin. Saya buka-buka hipnoterapis lain yang ada di website, saya belum sreg. Sampai akhirnya menemukan artikel bapak di Kompasiana, baru saya yakin,” ucap Ani membeberkan kisah sebelum menjalani terapi.

Karena itu, meski harus menunggu hampir satu bulan, Ani tetap bersedia menanti sampai akhirnya jadwal terapi yang disepakati sudah tiba. Dia pun rela merogoh kocek untuk naik pesawat dari daerah asalnya ke Samarinda demi menjalani sesi ini.

Wanita ini mengalami rasa cemas berlebihan. “Saya selalu membayangkan masa depan saya nanti seperti apa. Saya selalu takut dan khawatir,” sebutnya saat konsultasi awal. Akibatnya, organ perutnya pun kerap terganggu akibat rasa cemas berlebihan yang selalu muncul itu.

Setelah benar-benar siap, proses hipnoterapi pun mulai dilakukan. Dengan mudah Ani dibawa ke dalam kondisi relaksasi pikiran yang nyaman dan dalam. Begitu berada pada kondisi yang tepat dan presisi, proses analisa untuk mencari akar masalah dilakukan. Hasilnya, ada beberapa kejadian yang memperkuat perasaan cemas. Namun, akar masalah paling utama terjadi pada usia 10 tahun, ketika ibu dari Ani melahirkan anak kedua alias adik dari Ani.

Ternyata, saat mendapat adik itulah Ani merasa khawatir, takut seperti apa nanti masa depan adiknya. Banyak hal yang membuatnya takut dan cemas hingga akhirnya terus berpengaruh ke dalam pikiran bawah sadarnya hingga dewasa.

Setelah akar masalah ini berhasil ditemukan, proses restrukturisasi pun dilakukan. Akar masalah itu dicabut secara permanen dan klien diberikan edukasi dan pemahaman baru agar diterima dan dijalankan di pikiran bawah sadarnya. Hasilnya, klien merasa lega dan plong.

“Saya tidak mengira, ternyata hanya gara-gara itu ya?” kata klien seolah tak percaya, setelah dirinya dibawa naik dari kondisi relaksasi sebelumnya. Beberapa hari kemudian, klien pun mengaku kondisinya semakin nyaman dan semakin optimis menjalani masa depannya.
Demikianlah kenyataannya. (*)




Share this:

 
Copyright © 2014 Endro S. Efendi, CHt, CT, CPS.. Designed by OddThemes