Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts
Monday, March 4, 2019
Tuesday, January 29, 2019
Bagasi Berbayar dan Silaturahmi
Selama
ini, bisnis usaha kecil menengah (UKM) selalu disanjung-sanjung bahkan dianggap
sebagai penyelamat ekonomi di kala krisis moneter. Namun nyatanya, sektor ini
pula yang kerap paling duluan dihantam badai kebijakan yang kurang
menguntungkan. Dari mulai bunga pinjaman yang tidak kecil, sampai kebijakan
lain yang ujung-ujungnya membuat pelaku usaha di sektor ini benar-benar lempar
handuk.
Sunday, June 10, 2018
Lebaran, Momen Tepat Tuntaskan Masa Lalu
Momen Lebaran Idulfitri di Indonesia, tidak
hanya milik umat Muslim. Nyatanya, seluruh penduduk di Tanah Air gegap gempita
menyambut momen tahunan ini sebagai ajang migrasi terbesar dalam waktu singkat.
Ditambah lagi cuti bersama cukup panjang yang ditetapkan Presiden Joko Widodo.
Lengkaplah kebahagiaan yang dirasakan penduduk negeri. Seketika Jakarta menjadi
lengang, penduduknya pulang ke kampung halaman masing-masing.
Sebaliknya, kampung yang selama ini lebih banyak
dihuni mereka yang lanjut usia atau anak-anak, kini mendadak ramai. Tempat
rekreasi juga dipadati pengunjung, begitu pula dengan pusat perbelanjaan.
Pendek kata, semua bergembira menyambut Hari Kemenangan umat ini.
Lantas, hal istimewa apa lagi yang bisa
dilakukan di momen Lebaran ini? Haruskah Lebaran berlalu begitu saja seperti
tahun-tahun sebelumnya? Di hari yang Fitri ini, ingat ya, Fitri, bukan Desi
atau Nani, ada baiknya dijadikan momen untuk menetralisir emosi masa lalu yang
terpendam. Sebab terkadang, kejadian di masa lalu itu, disadari atau tidak, selama
ini kerap menjadi akar persoalan yang tiba-tiba muncul ke permukaan.
Saturday, June 2, 2018
Sunday, November 8, 2015
Bagaimana Cinta Anda?
Apa yang membuat Anda mencintai anak? Ketika pertanyaan ini
ada jawabannya, coba dicek dan dipastikan sekali lagi. Apakah ini sudah menjadi
salah satu syarat dalam mencintai anak?
Sahabat, cinta bersyarat terhadap anak hanya akan mengarah
pada perasaan tidak aman, kecemasan, harga diri rendah, dan rasa marah. Apakah anak
Anda menunjukkan karakteristik tersebut? Hindari jebakan cinta bersyarat. Sudah
sepatutnya mengasihi anak tanpa pamrih.
Coba ingat-ingat kembali beberapa kesempatan ketika Anda
merasa mencintai atau mengungkapkan cinta kepada anak. Apakah sebagian besar
Anda lakukan sehubungan dengan nilainya sebagai seseorang, ataukah karena
prestasi atau sifat positif tertentu yang dimilikinya? Dengan kata lain, apakah
Anda cenderung mencintainya dengan syarat ataukah tanpa syarat?
Wednesday, November 4, 2015
SMS Mesra Bikin Stress
Beberapa
waktu lalu seorang klien wanita datang dengan keluhan selalu merasa cemas. Tak
hanya itu, emosinya juga sulit terkontrol. Akibatnya, anak-anaknya pun menjadi
korban kemarahannya. Anehnya, semakin perasaan tidak tenang, maka sikap
anak-anaknya pun lebih menjadi-jadi.
Saya
kemudian membimbing klien ini melakukan relaksasi yang dalam dan menyenangkan.
Relaksasi ini penting, agar lebih mudah melakukan komunikasi dengan pikiran
bawah sadar (PBS).
Wednesday, October 28, 2015
Orang Tua Hambat Kemajuan Anak?
Judul di atas bukan bermaksud menyalahkan orang tua secara
mentah-mentah. Judul ini sengaja diambil dari beberapa kasus yang saya jumpai
baik di sesi terapi, maupun sesi konsultasi terhadap para siswa dan remaja.
Mengapa orang tua menjadi penghambat? Ya, pengalaman orang tua di masa lalu, terkadang justru membuat orang tua trauma dan tidak ingin hal yang sama terjadi juga pada anaknya. Padahal, boleh jadi situasi dan kondisi yang dihdapi anak saat ini sangat jauh berbeda. Yang diperlukan justru sebaliknya, pengalaman orang tua di masa lalu hanya menjadi informasi, dan bisa lebih mendorong anak melakukan yang lebih maksimal.
Monday, October 12, 2015
Anak dan Perhiasan
Seorang
wanita karir bersiap berangkat ke tempat kerja, ketika tiba-tiba putrinya yang
baru berusia 5 tahun, berlari dari kamar menghampirinya di ruang tamu. “Ma,
boleh aku tanya sesuatu?”
“Ada apa sayang? Buruan tanya, nanti mama terlambat.”
“Ma, kalau mama punya perhiasan, mau ngga dititipkan ke mbak Siti,” ucap bocah lugu ini menyebut nama pengasuhnya.
“Ya ngga dong sayang, itu kan barang berharga. Kalau tidak disimpan baik-baik nanti bisa hilang,” ucap si Mama sembari bersiap beranjak menuju mobilnya.
“Berarti, lebih berharga perhiasan dari pada aku? Buktinya setiap hari aku dititip sama mbak Siti…”
Sang mama tercekat, langsung bersimpuh dan memeluk tubuh bocah mungil di hadapannya.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)







