Monday, January 25, 2016

Tangan Robot Tawan? Omong Kosong!


Kehadiran Tawan, si pembuat tangan robot di belantara pemberitaan Tanah Air, jelas menimbulkan pro dan kontra. Tak kurang beberapa ahli, profesor, bahkan mahasiswa teknik yang paling jago, ikut unjuk suara, menyampaikan pendapatnya.

Pro dan kontra, sudah pasti. Ada yang beranggapan, tangan robot ciptaan pria asal Bali itu hanya isapan jempol belaka, demi sensasi. Buktinya, sampai menyiapkan buku tamu segala, seperti tempat wisata baru.

“Omong kosong. Saya ngga percaya!” sambung sahabat saya yang ahli elektronik ini, ketika saya coba ajak diskusi.

Tas Terlalu Berat, Ini yang Akhirnya Dialami Alifa


Pekan lalu, seorang ibu membawa anak perempuan yang masih duduk di kelas 4 SD, datang ke tempat praktik. Keluhannya, anak enggan bahkan malas-malasan ke sekolah. Dari sesi wawancara awal diketahui, sang ibu khawatir anaknya menjadi korban bully atau ada hal lain yang membuat buah hatinya enggan menuntut ilmu.

Dari sisi pola asuh, ternyata juga tidak ada masalah. Sang ibu punya banyak waktu memberikan perhatian. Bahkan selalu memberikan pendampingan pada anak saat belajar, membaca buku, bahkan menonton televisi.

Inilah 4 Alasan yang Membuat Anak Berperilaku Menyimpang


Tak sedikit klien datang membawa anaknya dengan berbagai bermasalah. Di antara berbagai masalah itu, ada anak yang memiliki perilaku menyimpang. Misalnya malas belajar, malas mengerjakan pekerjaan rumah, membantah perkataan orang tua, enggan menuruti kemauan orang tua, sengaja memainkan makanan, mengisap lem, hingga mulai merokok. Perilaku-perilaku yang kurang sepantasnya itu jelas membuat para orang tua stress dan pusing 7 keliling.

Berbagai perilaku yang dianggap kurang baik itu, bisa diselesaikan tuntas melalui sesi hipnoterapi. Selanjutnya, tinggal orang tua yang melanjutkan dengan pola asuh yang benar dan tepat.

Sunday, January 24, 2016

Selama Lima Tahun, Wanita Ini Alami Sakit Maag dan Cemas Berlebihan

Kasus psikosomatis ternyata cukup banyak dialami masyarakat. Namun belum banyak yang paham tentang psikosomatis ini, termasuk bagaimana cara menanganinya.

Psikosomatis adalah sakit yang disebabkan oleh pikiran. Karena pusat sakitnya ada di pikiran, maka berbagai macam obat tak akan mampu menuntaskan penyakit jenis ini.

Seperti wanita 38 tahun yang mengalami sakit maag dan cemas berlebihan sejak 2011 ini. Ibu dua anak yang merupakan dosen salah satu perguruan tinggi di Kaltim ini sudah putus asa atas sakit yang dideritanya.

Satu Bulan Sakit Kepala Tak Kunjung Sembuh, Ternyata Ini Penyebabnya


Beberapa waktu lalu, untuk kesekian kalinya, salah satu dokter umum di Samarinda, merefer pasiennya ke saya.

“Secara medis sudah dicek. Hasil pemeriksaan menunjukkan, tidak ada apa apa di kepalanya. Pasien ini juga mengalami cemas yang berlebihan,” sebut sang dokter, memberikan informasi awal. Dari hasil pemeriksaan itulah, dokter ini yakin jika pasiennya mengalami psikosomatis, sakit yang disebabkan oleh pikiran atau psikis.

Thursday, January 21, 2016

Anak dan Lingkaran Setan Sinetron


Beberapa kali saya menjumpai artikel atau keluh kesah dari netizen, menyampaikan soal dampak sinetron atau tayangan televisi Tanah Air yang tidak baik untuk anak-anak atau sang buah hati.

Sahabat, saya juga pernah mengalami hal ini. Bingung dan tidak tahu harus dengan cara apa membentengi anak-anak dari tayangan yang merusak ini. Jujur, ketika itu buah hati saya juga sempat kecanduan salah satu tayangan sinetron televisi swasta. Penyebabnya, hanya karena tidak mau dianggap ketinggalan ketika teman-temannya bercerita soal sinetron itu di sekolah.

Wednesday, January 20, 2016

Sungai Bersih, Kecerdasan Emosional Meningkat

Lingkungan yang bersih akan meningkatkan kecerdasan emosional. 

Saya tak menyangka, artikel berjudul ‘Sungai Karang Mumus dan Pikiran Positif’ yang saya tulis sebelumnya, mendapat response yang sangat luar biasa. Tulisan yang saya unggah di media sosial itu, menjangkau lebih dari 8 ribu netizen. Hal ini sekaligus membuktikan, setiap manusia suka dengan kebersihan dan keindahan. Lantas, kenapa banyak sungai di Tanah Air yang tidak mudah dibersihkan?

Ini karena perilaku membuang sampah di sungai dianggap lumrah dan dianggap sesuatu yang biasa oleh pikiran bawah sadar. Karena itu, meskipun banyak sekali spanduk atau papan larangan membuang sampah dipasang, tetap saja perilaku ini masih ada. Kenapa? Karena perubahan perilaku harus dilakukan dengan menembus pikiran bawah sadar.

Tuesday, January 19, 2016

Gafatar dan Pikiran Bawah Sadar



Belakangan ini, muncul fenomena orang hilang. Uniknya, mereka yang hilang ini tak bisa dikatakan orang biasa-biasa saja. Bahkan seorang dokter yang dianggap memiliki pemikiran lebih tinggi, nyatanya juga ikut ‘hilang’ dan terseret untuk bergabung dengan organisasi yang meresahkan, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Organisasi diduga jelmaan Al Qiyadah Al Islamiyah bentukan Ahmad Musadeq yang pernah menjalani hukuman karena menyebarkan aliran sesat ini, ternyata tumbuh dengan subur di beberapa wilayah di Kalimantan. Lahan yang luas dan sulitnya akses, membuat pulau ini dianggap tempat yang aman untuk terus memperbesar organisasi ini.

Lantas, apa yang menjadi penyebab seseorang mudah tergiur dan masuk dalam sebuah perkumpulan, walau kemudian dianggap menyebarkan ajaran yang menyimpang?

Monday, January 18, 2016

Sungai Karang Mumus dan Pikiran Positif

Bukan mustahil, Sungai Karang Mumus akan bersih seperti ini. 

Misman, sahabat saya yang juga seorang jurnalis, belakangan lebih sering berada di Sungai Karang Mumus (SKM) Samarinda, ketimbang liputan mencari berita. Setiap hari, tak pernah bosan menampilkan wajah sungai yang kotor oleh sampah, di akun media sosialnya.

Perhatiannya kini 100 persen dicurahkan untuk membersihkan sungai yang membelah Kota Tepian dan bermuara di Sungai Mahakam ini.

Entah apa yang ada di benaknya, sehingga setiap hari pria ini selalu bersetubuh dengan Sungai Karang Mumus. Dialah yang memulai gerakan memungut sehelai sampah, satu demi satu, dengan harapan kelak sungai ini semakin bersih, seperti objek wisata andalan yang ada di luar negeri.

Jangan Remehkan Trauma

Warga Jakarta, bahkan seluruh Indonesia, sudah terbukti berani alias tidak takut dengan aksi terorisme. Namun, bagi orang yang terlibat langsung bahkan yang sampai jadi korban luka, tentu menyisakan trauma yang mendalam.

Sahabat, trauma tidak bisa diabaikan begitu saja. Trauma ini letaknya tersimpan rapi di memori pikiran bawah sadar. Karena itu, mereka yang punya trauma umumnya tak mudah untuk menghapusnya secara permanen.

Friday, January 15, 2016

Terorisme dan Suster Ngesot



Kamis, 14 Januari 2016, sebuah suguhan aksi terorisme terjadi di Jakarta. Seketika, Indonesia gempar. Setiap detik, di media sosial bermunculan perkembangan terbaru, bahkan detik-detik kejadian tergambar dengan jelas. 

Tak ketinggalan, semua televisi juga menyiarkan langsung kejadian tersebut di lapangan. Sarinah, Jakarta, adalah target yang seksi untuk sebuah aksi terorisme. Tak hanya sebagai pusat lalu-lalang utama warga Jakarta, di kawasan ini juga banyak objek vital. Dari mulai Istana Negara, Bank Indonesia, dan beberapa kantor kedutaan negara lain juga berada di kawasan ini.

Lebih jauh, di kawasan ini juga sering dijadikan tempat nongkrong para wartawan. Termasuk ketika saya pernah bertugas di Jakarta, lokasi ini adalah tempat favorit untuk bertemu dengan sesama wartawan lainnya. Karena itu jangan heran, aksi terorisme kali ini benar-benar langsung mendapat liputan yang luar biasa.

Thursday, January 14, 2016

Pikiran Vs Komputer Canggih, Lebih Rumit Mana?


Rabu (13/1/2016) tadi, saya berkesempatan masuk ke sebuah pusat pemantauan produksi (control room) PT Total E&P Indonesie di Senipah, Kutai Kartanegara. Melalui ruangan ini, semua proses produksi bisa dipantau dengan mudah. Termasuk jika ada kendala, semuanya bisa terpantau dan terdeteksi dengan otomatis. Sederetan komputer dan piranti canggih, tampak bekerja secara tanpa henti selama 24 jam.   

Dengan bantuan semua peralatan tersebut, tenaga kerja pun bisa dihemat. Untuk memantau proses produksi minyak dan gas bumi di lokasi yang sangat luas ini, cukup dilakukan oleh 4 orang pada sesi pagi, dan jumlah yang sama pada sesi malam. Semua alat deteksi dini yang sudah dipasang, memungkinkan semua proses terpantau, tanpa ada yang terlewatkan.

Wednesday, January 13, 2016

Kenapa Pria Gagal Raih Sukses Tanpa Istri?


Belum lama ini, salah satu klien pria datang dengan keluhan, sulit fokus dalam menjalankan bisnis. Banyak hal yang ia anggap menjadi penyebab, dari mulai kurang percaya diri, hingga kurang maksimalnya dukungan dari mitra kerja. 

“Apa yang saya kerjakan, umumnya sangat berpeluang. Terbukti, bisnis yang saya jalankan selalu menjadi yang pertama di lingkungan tempat tinggal saya. Setelah itu, biasanya diikuti orang lain,” kata klien ini. Celakanya, ketika orang lain yang mengikuti bisnisnya semakin maju, bisnis yang ia jalankan justru stagnan, bahkan merosot.

Wednesday, January 6, 2016

Hipnoterapi Bagian dari Psikologi, Bukan Ilmu Gaib


Hingga saat ini, tak sedikit masyarakat yang belum benar-benar memahami apa itu hipnoterapi. Yang berkembang di masyarakat adalah, hipnoterapi dianggap sebagai ilmu gaib, berkaitan dengan klenik atau supranatural. Akibatnya, timbul stigma negatif di masyarakat karena beranggapan hipnoterapi menggunakan cara-cara ilmu hitam atau yang sering disebut sebagai kuasa kegelapan.

Sahabat, hipnosis adalah bagian atau cabang dari ilmu psikologi. Karena itu, sangatlah berlebihan jika hipnoterapi dianggap sebagai praktik supranatural. Sebagai cabang ilmu tentang pikiran, kini hipnosis terus berkembang. Bahkan di Amerika, telah diajarkan secara resmi di berbagai lembaga pendidikan terkemuka.

Monday, January 4, 2016

Anda Ingin Mendalami Hipnoterapi?


Tulisan ini menjawab pertanyaan beberapa sahabat, yang menyampaikan keinginannya untuk belajar hipnoterapi kepada saya. Sahabat yang budiman, bukan saya pelit atau tidak mau berbagi ilmu hipnoterapi secara gamblang atau blak-blakan. Kenapa? Ini semua terkait dengan kode etik yang harus saya pegang teguh. Sama halnya dengan dokter dan pengacara, yang jelas tidak akan membeberkan semua keahliannya, karena ada ketentuan khusus yang harus dipatuhi.

Radit dan Tentara Putih


Dapat kiriman pesan dari ayahnya Radit. Radit adalah bocah 8 tahun yang sebelumnya tidak suka makan nasi sejak usia 2 tahun. Berikut tulisan yang dikirimkan dengan beberapa perbaikan sesuai EYD.

“Jadi lebih asyik makan bareng kakak Radit. Karena sekarang sudah bisa makan nasi, setelah 6 tahun tidak pernah nyentuh nasi. Terharu dan bahagia, bisa makan nasi bareng tanpa ada yang ‘cuek’ kalau melihat nasi.

Sunday, January 3, 2016

Pengusaha Kaya dan Anak Muda


Di sebuah desa, tinggal seseorang yang kaya dan tentu rumahnya paling mewah di antara penduduk lainnya. Karena kesibukan mengurus usaha yang dijalankan, menjadikan orang kaya ini jarang bergaul dengan tetangganya. Namun demikian, pria ini tetap rajin pergi ke tempat ibadah, dan perilakunya tidak ada yang aneh, biasa-biasa aja.

Kepada para tetangganya, dia tetap ramah dan murah senyum. Namun tidak pernah banyak bicara. Baginya, bekerja jauh lebih penting. Tak ingin waktu banyak terbuang, kecuali untuk menjalankan usahanya dan beribadah kepada Sang Pencipta.

Saturday, January 2, 2016

Hanya Gara-gara PR, Ibu Ini Kehilangan Rasa Percaya Diri


Mendalami teknologi pikiran memang unik. Tak hanya saya sebagai hipnoterapis, klien yang menjalani proses hipnoterapi pun terkadang merasa aneh dan tidak menyangka, ternyata akar masalah terkadang dari sesuatu yang dianggap sepele.

Seperti kasus yang dialami wanita ini. Guru dari sebuah sekolah menengah kejuruan di Kaltim ini datang dengan keluhan rasa tidak percaya diri. Awalnya dia merasa tidak terganggu dengan rasa pede yang dimiliki. Namun semakin lama, tuntutan pekerjaannya yang mengharuskan sering berbicara di depan umum, membuat wanita ini semakin gugup dan grogi.

Friday, January 1, 2016

Tak Mau Makan Nasi Sejak Usia 2 Tahun


Bocah usia 8 tahun ini namanya M Raditya. Menurut ibunya, sejak usia 2 tahun, tidak mau makan nasi. Akibatnya, kedua orang tuanya pun was-was. Khawatir terjadi apa-apa pada anaknya, terutama dari sisi kesehatannya.

Dari Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, kedua orang tuanya pun sengaja membawa anak ini ke tempat praktik saya, untuk menjalani sesi hipnoterapi. Tujuannya supaya anak pertama dari tiga bersaudara ini mau makan nasi.

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...