Monday, November 30, 2015

Lamborghini dan Konflik Bagian Diri


Minggu (29/11/2015) tadi, publik dihebohkan dengan berita kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil mewah Lamborghini, yang sebelumnya diduga melakukan balap liar dengan mobil mewah lainnya jenis Ferrari.

Pro dan kontra seketika merebak di semesta maya. Ada yang menghujat pelaku, ada pula yang bersimpati hingga menyatakan kekagumannya terhadap pelaku yang mau bertanggung jawab. Kekaguman lain juga ditujukan kepada warga Kota Pahlawan yang tidak melakukan aksi massa pada pelaku.

Sejenak saya mencoba menikmati perseteruan di dunia maya, sekaligus ingin mengulik bagaimana masing-masing individu menumpahkan isi pikirannya.

Yang pasti, dalam pemahaman saya yang sekarang, apa yang disampaikan setiap individu itulah yang sejatinya keluar langsung dari pikiran bawah sadar. Apa yang disampaikan setiap individu di dunia maya, sekaligus akan menggambarkan karakternya masing-masing.

Semakin Bersemangat Hadapi Kanker


Belum lama ini saya mendapatkan kesempatan istimewa. Semesta maya telah membawa saya mengenal sosok wanita sangat luar biasa. Beliau adalah satu dari sedikit sumber inspirasi yang ada di Tanah Air.

Siapa lagi kalau bukan Tri Wahyuni Zuhri, seorang blogger sekaligus penulis buku ‘Kanker Bukan Akhir Dunia’ yang termasuk dalam jajaran buku laris di negeri ini. Mbak Yuni, begitu biasa disapa, hingga kini terus melakukan ‘negosiasi’ agar kanker yang sedang mampir di tubuhnya, bisa segera lenyap tak berbekas. 

Wanita ini selalu kuat sekaligus terus menguatkan sahabat lainnya yang juga ‘digoda’ sel liar yang sama. Namun sebagai manusia biasa, terkadang juga pernah drop. Di saat runtuh itulah, terbersit keinginan untuk mencoba menjalani sesi hipnoterapi.

Sunday, November 29, 2015

Ingin Naikkan Target, Ini Caranya

Pagi itu, saat hujan sedang riang membasahi setiap jengkal tanah Kota Tepian, seorang sahabat menghubungi saya. Dia tertarik menghubungi saya setelah membaca salah satu artikel yang dimuat di Kaltim Post terkait dengan lintah energi yang bisa membuat bisnis lesu.

Sahabat saya ini seorang pengusaha, suplier barang yang cukup langka. Di Kaltim ini, tercatat tak lebih dari 5 pengusaha yang menjadi suplier barang sejenis. Saya tak akan menyebutkan barang yang dimaksud karena menyangkut kerahasiaan klien. Namun kisah ini sudah mendapat izin dari sahabat saya untuk menjadi bahan pembelajaran bersama.

Singkat cerita, sahabat saya ini banyak mempunyai rekanan yang sangat loyal. Bisnisnya pun sangat sukses dan maju pesat. Dibanding suplier lainnya, dia lah yang terbaik. Branding yang cukup kuat membuat bisnis yang dijalankan seolah sebagai pemain tunggal tanpa pesaing.

Meski beberapa kali pesaingnya berupaya untuk merebut 'kue' bisnisnya, namun dengan lihai sahabat saya ini tetap tak terkalahkan. Namun entah kenapa, energi positif dari optimisme yang sangat luar biasa itu, tiba-tiba jebol dan hancur berantakan.

Saturday, November 28, 2015

Cukup Diberi Perintah, Langsung Jago Bahasa Inggris


Beberapa waktu lalu, seorang sahabat mengaku pusing dengan pekerjaannya. Kenapa? Secara tiba-tiba, atasannya meminta dia untuk membuat konsep surat dalam bahasa Inggris. Sesuatu yang sama sekali tidak pernah dia lakukan, meski tercatat sudah 10 tahun bekerja di perusahaan tersebut.

Sahabat saya ini mengakui, dulu nyalinya sempat ciut sebelum melamar kerja di tempatnya mengais rezeki sekarang. Sebab, ada poin khusus yang menjadi syarat utama yakni menguasai bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan. Syarat itu, seolah menjadi momok tersendiri. Sebab dia sangat menyadari bahwa kemampuannya berbahasa asing itu masih sangat terbatas.

Friday, November 27, 2015

Anak Suka Membantah? Ini Penyebabnya


Belum lama ini, saya bertemu salah satu sahabat yang juga seorang jurnalis. Namun, bukan satu perusahaan dengan saya. Karena lama tak pernah jumpa, apalagi saya sempat cukup lama berada di daerah yang berbeda, obrolan pun akhirnya berlanjut ke urusan anak.

“Anakku kok susah ya dikasih tahu. Setiap kali dikasih tahu, bukannya menurut, yang ada malah melawan,” ucap sahabat saya ini. “Bisa ngga anakku diterapi?” tanyanya lagi, ketika belakangan dia tahu bahwa saya juga mendalami tentang teknologi pikiran.

Sidik Jari Vs Akar Masalah


Pendidikan memang menjadi komoditas yang menggiurkan. Tengok saja soal buku yang selalu berganti setiap tahun. Setiap tahun pula orang tua harus membeli buku untuk anak-anaknya. Belum lagi untuk urusan akademik, setiap orang tua berlomba-lomba agar anaknya berprestasi maksimal. Untuk bisa menghitung cepat, misalnya, anak diikutkan kursus berbagai macam. Selain menguras banyak biaya, juga sudah pasti membuat ‘masa kecil’ anak terampas. 

Waktu anak yang seharusnya lebih banyak bermain dan belajar membentuk karakter, tersandera dengan berbagai aktivitas les dan kursus. Berbagai aktivitas itu mau tidak mau menggerogoti sebagian usia kanak-kanaknya. Toh nyatanya di dunia kerja, apakah metode hitung cepat itu digunakan? Untuk sekadar menghitung cepat, tinggal pakai kalkulator, selesai.

Thursday, November 26, 2015

Sering Menyingkat Pesan, Ini Dampaknya


Seorang sahabat, mengadu ke saya. Intinya, dia tidak mengira jika apa yang dia lakukan ternyata ditiru oleh anaknya. Saat anaknya pulang sekolah, seperti biasa, dia membantu melakukan evaluasi kepada anaknya.

Hari itu, anaknya membawa hasil ujian pelajaran Bahasa Indonesia. Hasilnya, si anak mendapat nilai 93. Sebuah nilai yang juga tidak bisa dianggap rendah. Akan tetapi yang membuat sahabat saya ini menyanyikan lagu Cita Citata adalah, sebetulnya nilai anaknya bisa lebih tinggi? Lah kenapa? Karena kesalahan yang dilakukan anaknya sangat sepele.

Anak Nakal, Anak Ajaib


Artikel soal cara belajar anak yang saya tulis sebelumnya, membuat salah satu sahabat akhirnya paham kenapa anaknya selama ini dianggap ‘nakal’. Padahal ternyata, anaknya sangat cerdas dan sangat pandai. Sahabat ini pun menyampaikan kegembiraan setelah dia tahu bahwa anaknya ternyata luar biasa.

Sahabat ini awalnya jujur mengakui selama ini merasa kemampuan intelektual anaknya pas-pasan. Bahkan dia menganggap anaknya belum bisa bertanggung jawab dan jauh dari kata disiplin.

Beberapa hari lalu, di buku agenda anaknya tertulis bahwa akan ada ujian salah satu mata pelajaran. Karena itu, malam sebelumnya, si anak diingatkan untuk membawa buku dan materi pelajaran untuk dibawa pulang, sehingga bisa belajar.

Sahabat saya ini, anaknya sekolah di salah satu sekolah swasta cukup bonafide di Surabaya. Di sekolah ini tersedia loker khusus siswa. Sehingga siswa bisa menyimpan semua buku dan peralatan sekolahnya di loker tersebut. Saat ada pekerjaan rumah atau ujian, barulah buku dan materi pelajaran dibawa pulang.

“Ternyata saat itu, anak saya lupa membawa buku dan materi pelajaran yang akan diujikan. Jelas saja sebagai orang tua, saya jadi kebingungan dan ngga tahu harus membantu belajar dengan cara apa,” kata sahabat saya ini.

Wednesday, November 25, 2015

Batal Operasi Ganti Kelamin dengan Hipnoterapi


Rabu, (25/11/2015) malam tadi, sebuah diskusi panjang begitu mengalir di grup hipnoterapis lulusan Adi W. Gunawan Institute (AWGI) of Mind Technology. Pokok bahasannya adalah soal klien yang memiliki orientasi seks berbeda dibanding orang lain pada umumnya. Pertanyaan mendasar adalah, bisakah mereka yang sebelumnya memiliki orientasi seks yang tidak lazim, dibuat normal kembali dengan hipnoterapi berbasis teknologi pikiran? Jawabannya dengan tegas disampaikan: BISA.

Bagaimana Cara Belajar Anak Anda?


“Mas, anakku susah sekali kalau mau disuruh belajar. Bagaimana ya cara mengatasinya?” begitu kira-kira pertanyaan salah seorang sahabat. Ada pula yang bertanya, “anak saya kalau belajar cuek banget. Dikasih tahu kaya ngga ada response sama sekali. Bikin emosi,” ujar orang tua lainnya.

Sejak menjadi wartawan di Kaltim Post, dunia anak-anak dan pendidikan memang menjadi salah satu minat saya. Itu pula yang melatari dorongan lahirnya halaman khusus untuk anak-anak. Kini halaman itu dilebur dengan halaman lain khusus segmen wanita.

Karena sering menulis terkait anak-anak dan pendidikan, begitu banyak teori yang menempel dan mencoba diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selama menjadi wartawan itulah, saya sering ngobrol dan diskusi dengan psikolog, psikiater, dokter spesialis anak, serta para praktisi pendidikan.

Sudahkah Meminta Maaf Pada Anak?


Perasan dongkol, jengkel, kecewa, sakit hati, merasa tidak dihargai dan berbagai perasaan tidak mengenakkan lainnya, jika dipelihara di dalam sebuah keluarga, akan menjadi beban yang kurang baik. Jika perasaan itu tidak dilepaskan, kita seperti berjalan dengan membawa ransel yang berat. Ya, beban rasa bersalah, kecewa, sakit hati dan aneka perasan yang kurang enak itu, akan membuat kehidupan kita terhambat.

Itu sebabnya, hal yang perlu dilakukan adalah menetralisir perasaan itu, sehingga semua dibuat nol, atau netral sama sekali. Satu hal penting, jangan pernah mengabaikan anak-anak. Orang tua sering kali egois dan beranggapan anak-anak harus nurut dan tidak boleh dongkol, marah, kecewa atau sakit hati sama orang tua. Ini berbahaya, jika perasaan ini tidak dihilangkan, anak akan memendam perasaan itu hingga dewasa dan akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Karena itu, sebisa mungkin upayakan untuk berkomunikasi dengan anak dan melepas semua emosi yang ada di diri anak dan orang tua. 

Tuesday, November 24, 2015

“Dulu Saya Takut Ular”


Sebelum saya mengikuti workshop Quantum Life Transformation (QLT) yang dilaksanakan Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology pada 2014 lalu, saya termasuk salah satu orang yang sangat parno alias takut sama binatang melata ini. Rasa takut itu sudah ada jauh sebelum saya mengenal dunia hipnoterapi seperti sekarang. Bahkan sudah ada sejak kecil.

Takut, ngeri, geli, jijik, merinding, keringat dingin, deg-degan, hingga gemetar, adalah beberapa emosi yang seketika muncul ketika melihat ular. Bahkan pernah suatu ketika, sahabat saya yang tergabung dengan komunitas reptil, ingin berkunjung ke kantor dengan membawa serta ‘kekasihnya’ masing-masing. Saya dengan tegas menolak, dan tidak mau kantor saya menjadi ‘kebun binatang’ mini.

“Sampean Wartawan atau Dukun?”


Pagi-pagi, saya mendapat pertanyaan yang cukup menohok saat ketemu dengan kawan lama di kampus Universitas Mulawarman Samarinda. “Mas, sampean ini sebenarnya wartawan atau dukun?” tanyanya dengan terkekeh.

Ya, teman kuliah yang kini menjadi dosen itu, mengaku kerap membuka dan melahap tulisan yang saya sajikan di www.endrosefendi.com setiap ada kesempatan. Yang membuatnya berpikir saya sebagai ‘dukun’ adalah, hampir semua masalah bisa dibantu untuk diatasi.

“Saya memang dukun. Dukun berijazah dan bersertifikat,” kata saya menimpali. Tentu dengan gaya bercanda, lazimnya sahabat yang lama tak pernah jumpa.

Monday, November 23, 2015

Cukup Diberi Perintah, Kadar Hb Kembali Normal


Awal Oktober 2015 lalu, saya mendapat telepon dari salah satu klien. Saat itu posisi saya sedang berada di Surabaya, mengikuti sertifikasi trainer untuk teknologi pikiran di Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology.

Klien ini mengeluhkan soal kadar hemoglobin (Hb) yang selalu rendah. Kadar hemoglobin adalah suatu patokan yang digunakan dalam dunia medis untuk mengenali apakah seseorang mempunyai kadar hemoglobin rendah, normal atau tinggi.

Fungsi patokan ini biasa digunakan sebagai tindakan pengobatan secara medis seperti seorang yang memiliki kadar hemoglobin tinggi harus menjalani flebotomi atau pengurangan darah. Sedangkan untuk kadar hemoglobin rendah diberikan zat besi sebagai penambah darah.

Menurut Costill, 1998 definisi kadar hemoglobin adalah: 
ukuran pigmenrespiratorik dalam butiran-butiran darah merah”.
Kadar hemoglobin seseorang memang sangat sulit ditentukan karena dipengaruhi oleh ras suku bangsa, jenis kelamin dan umur, namun badan WHO telah menetapkan kadar hemoglobin normal sebagai berikut:

kadar hemoglobin menurut WHO
Sementara menurut Departemen Kesehatan RI, tabel kadar hemoglobin normal adalah:

kadar hemoglobin menurut Depkes RI

Sepanjang hidup klien, kadar Hb-nya tidak pernah berada di atas angka 9. Angka 9 itu adalah angka tertinggi yang pernah dia capai. Namun selebihnya, rata-rata selalu di bawah angka itu, bahkan pernah hanya di bawah 5.

Akibatnya, klien beberapa kali mengalami pingsan. Bahkan pernah pingsan beberapa kali ketika sedang di sebuah pusat perbelanjaan, atau di tempat kerjanya.

Sebelumnya, klien sudah beberapa kali ke dokter dan selalu diberi obat. Namun kali itu, klien merasa sudah jenuh dan lelah karena sudah terlalu banyak mengonsumsi obat.

Saya tentu tidak memungkinkan melakukan terapi langsung, karena sedang berjauhan. Namun karena klien memohon untuk dibantu sementara waktu, saya pun mencoba melakukan komunikasi dengan pikiran bawah sadar.

Yang saya gunakan adalah teknik Ego Personality Therapy (EPT). Melalui telepon seluler, saya berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar klien. PBS klien setuju untuk membantu menormalkan Hb darah klien. Ketika ditanya berapa lama butuh waktu untuk melakukan itu, PBS berkata 45 hari.

Proses selesai, saya pun sudah lupa dengan apa yang sudah saya lakukan. Maklum, begitu banyak klien yang menyampaikan masalah, tentu saya tidak menghafalnya. Apalagi hipnoterapi memang berbasis centered client alias bergantung pada klien itu sendiri. Karena itu, sebelum menutup telepon, klien saya minta menghitung dan mencatat masa 45 hari itu untuk mengontrol kembali kadar Hb nya.

Senin (23/11) malam tadi, saya mendapat email dari klien tersebut. Klien juga mengaku sempat lupa. Klien baru ingat setelah lewat 3 hari dari jadwal yang sudah disepakati. Hasilnya ternyata luar biasa. Kadar Hb nya langsung normal, di atas angka 12. Itu adalah rekor kadar Hb tertinggi yang bisa klien capai.

Pikiran bawah sadar memang dahsyat. Dia mampu mengerjakan apa yang memang diminta untuk dikerjakan. Yang diperlukan adalah, berkomunikasi dan membujuk dia untuk melakukan tugasnya itu. Jika proses ‘merayu’ pada pikiran bawah sadar bisa dilakukan dengan sukses, maka Anda tinggal menunggu hasilnya saja.

Bagaimana menurut Anda?   

Sering Jadi Tempat Curhat? Ini Dampaknya


Sebenarnya, artikel ini sudah pernah dimuat sebelumnya. Namun, saya lakukan sedikit penyesuaian dengan kondisi terkini. Kenapa? Karena hingga kini tak sedikit orang yang rela menjadi ‘tempat sampah’ alias menampung curhatan orang lain.

Sebenarnya tidak masalah menyediakan diri menjadi tempat sampah, sepanjang punya cara tersendiri untuk membuangnya kembali. Artinya apa? Saat menyiapkan diri menjadi tempat curhat, pastikan bahwa posisi Anda hanya sebagai TPS alias tempat penampungan sementara. Sehingga, ketika memori pikiran bawah sadar yang menampung ‘sampah curhat’ tadi sudah penuh, Anda langsung membuangnya kembali ke TPA alias tempat pembuangan akhir.  

Itu artinya, saat sudah menyiapkan diri menjadi tempat sampah, Anda sudah mempunyai metode atau cara tersendiri untuk membersihkan kembali tempat sampah itu. Jika tidak, akan sangat berbahaya bagi diri sendiri.

Mendamaikan Pikiran Bawah Sadar dengan Orang Tua


Saat bapak tutup usia, praktis hubungan dengan ibu menjadi renggang. Penyebabnya bukan karena disengaja, melainkan karena keadaan. Sebagai single parent, ibu harus berusaha meneruskan biduk rumah tangga hanya dengan satu mesin saja.

Meski seorang wanita, ibu terus melanjutkan usaha yang ditinggalkan bapak. Membuka kios kaki lima dan juga bengkel tambal ban. Saya kerap ikut membantu menambal ban. Pelajaran hidup dari bapak membuat saya mampu melakukan pekerjaan orang dewasa ini.

Pernah suatu kali, saya kena marah besar. Ketika saya sedang menambal ban mobil, saya kurang teliti. Ban dalam mobil yang sedang saya tambal itu, justru kena api. Itu membuat lubang baru yang lebih besar. Walhasil, ibu harus keluar uang lebih banyak untuk mengganti ban dalam mobil tersebut. Hari itu saya terpaksa hanya bisa makan nasi sama garam. Bukan karena hukuman, melainkan semua penghasilan hari itu, habis dipakai untuk membeli ban dalam mobil tadi.

Sunday, November 22, 2015

Harus Ada ‘Kontrak Politik’ Sebelum Hipnoterapi


Bagi yang belum pernah tahu manfaat dari hipnoterapi, tentu masih meraba-raba dan penasaran, seperti apa cara kerja dari metode terapi komplimenter ini? Apalagi banyaknya tayangan hipnotis di televisi, menjadikan sebagian orang ‘parno’ begitu mendengar kata hipnoterapi.

“Saya takut kaya yang di TV-TV itu. Nanti terungkap semua rahasia yang penting-penting. Nanti semua rahasia muncul,” begitu kata salah satu kawan saat ingin mencoba sesi hipnoterapi.

Saturday, November 21, 2015

Daftar Kumpulan Artikel

Memenuhi keinginan para sahabat, berikut saya cantumkan daftar artikel yang sudah termuat sebelumnya di website ini. Semoga bermanfaat. 

1.       Anak dan Perhiasan http://goo.gl/130T86
2.       Revolusi Mental http://goo.gl/V00hTp
3.       Menjemput Jodoh http://goo.gl/HyBiJ7
4.       Atasi Stres dengan Relaksasi http://goo.gl/yvGDrX
5.       Miskin itu Dosa http://goo.gl/80qe59
6.       Energi Sedekah http://goo.gl/z3kzSF
7.       Trauma Payudara Diremas Bos http://goo.gl/bZe4WX
8.       Anak dan Nasi Putih http://goo.gl/MPSTI7
9.       Doyan Remas Dada Sejak SMP http://goo.gl/6d7Yl8
10.   Haid Lebih Nyaman http://goo.gl/XQPFbb
11.   Tupperware Vs Memancing http://goo.gl/jQSmHS
12.   Sinyal Kasih Pesantren http://goo.gl/HNYxcz
13.   Luka Batin Si Kecil http://goo.gl/kl1hA1
14.   Sabotase Impian http://goo.gl/sYP9D4
15.   Stres dan Kehamilan http://goo.gl/Dsmdg9
16.   Solusi atau Tempat Sampah http://goo.gl/dm5otQ
17.   Anak dan Bahasa Cinta http://goo.gl/Ogx3CF
18.   Target Alam Bawah Sadar http://goo.gl/fDNyb0
19.   Maling Energi http://goo.gl/aG6vBz
20.   Gangguan Suasana Kerja http://goo.gl/jDDITM
21.   Efek Dahsyat Hipno EFT http://goo.gl/plQGNg
22.   Orang Tua Hambat Kemajuan Anak http://goo.gl/Awx74M
23.   Hipnoterapis = Navigator http://goo.gl/TXlzGx
24.   Mumpung Mimpi Gratis http://goo.gl/F03eB4
25.   Kenapa Harus 100 Jam http://goo.gl/vV6vfF
26.   Satu Bulan Turun 5 Kg http://goo.gl/qzZ7dg
27.   Tak Merasa Miskin http://goo.gl/69GHnb
28.   11 Tahun Takut Nasi http://goo.gl/hcJwrR
29.   SMS Mesra Bikin Stres http://goo.gl/aJTQu1
30.   Si Cantik Pemilik Salon http://goo.gl/ShD8NB
31.   Dongkrak Rasa Aman dengan Kelembutan http://goo.gl/GPRGFv
32.   Lintah Energi Minggat, Omzet Bisnis Meningkat http://goo.gl/tBMLEM
33.   MLM Lancar, Baju Longgar http://goo.gl/280tPz
34.   Sukses Tak Cukup Hanya Teriak http://goo.gl/BJNQ0w
35.   Trauma Oknum Dosen Cabul http://goo.gl/VQfTMD
36.   Dongkrak Prestasi dengan Hipnoterapi http://goo.gl/Qcy23S
37.   Tak Bisa Dihipnosis http://goo.gl/SQckQH
38.   Hipnoterapi Semakin Dilirik http://goo.gl/Kh1Ei3
39.   Hati-hati Pasang Stiker Mobil http://goo.gl/li3nso
40.   Anak Bukan Jam Dinding http://goo.gl/tpltvw
41.   Mertua Hambat Pendidikan Anak http://goo.gl/D1409Z
42.   Barang Mahal Bisa Dibeli, Anak? http://goo.gl/CEAUpm
43.   Atasi Malas Nulis dengan Ini http://goo.gl/cX7Lgx
44.   Saatnya Putus Hubungan http://goo.gl/xn02lV
45.   Masa Lalu Biar Masa Lalu http://goo.gl/zDT7nb
46.   Berani Sita HP Anak? http://goo.gl/NoOwHe
47.   Ayah Kandung Lebih Kejam http://goo.gl/3f0iMy
48.   Anda Mudah Marah? http://goo.gl/EDc8pu
49.   Lihat Seragam, Sedih http://goo.gl/zPzZJv
50.   Syarat Atasi Masalah http://goo.gl/93G8XR
51.   32 Takut Kompor Gas http://goo.gl/j9YlKh
52.   Dampak Orang Tua Cerai http://goo.gl/hkqBs7
53.   Laundry Anak Nakal http://goo.gl/DNSfOO
54.   Kerasukan Roh Suami http://goo.gl/n96LA0
55.   Perasaan Tidak Nyaman http://goo.gl/Lqy447
56.   Hasil Terapi Permanen http://goo.gl/gdh71v
57.   Ajari Anak Disiplin http://goo.gl/WLty4P
58.   Bagaimana Cinta Anda? http://goo.gl/rC6ST6
59.   Anak Tak Mau Sekolah http://goo.gl/YF35dp
60.   Dicerai Istri Karena Ini http://goo.gl/6xhakQ
61.   Tak Dihargai Anak http://goo.gl/oDh7jJ


Usaha Sukses Bisa Gagal Akibat Ulah Pikiran Bawah Sadar


Cara kerja pikiran bawah sadar memang sangat unik. Salah satu keunikannya adalah, dia memiliki sistem proteksi tanpa persetujuan dari tuannya sendiri. Ini pula yang terjadi ketika saya melakukan terapi pada salah satu klien.

Klien ini datang dengan keluhan selalu gagal dalam menjalankan usahanya. Dia ingin bisa lebih fokus dan lebih giat dalam menjalankan usaha. Setiap kali dia memulai sebuah usaha, selalu terhenti di tengah jalan. Dia sendiri mengaku tidak tahu persis apa sebabnya. Yang jelas, selalu saja ada hambatan.

Friday, November 20, 2015

Ingin Impian Terwujud? Hargai Orang Lain


Di antara sesama hipnoterapis lulusan Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology, ada salah satu orang yang selalu memandang rendah orang lain. Dia adalah Kristin Liu, CCH, hipnoterapis sekaligus penulis buku dan penemu metode diet Quantum Slimming. Akan tetapi jangan salah paham. Memandang rendah yang saya maksud di sini adalah dalam arti yang sesungguhnya. Postur tubuh beliau sangat tinggi alias jangkung dan langsing. Sehingga dia memang selalu memandang orang lain lebih rendah alias lebih pendek. Mohon maaf ya bu Kristin, ini hanya sekadar bercanda dan intermeso.

Sahabat. Di sekeliling kita, terkadang ada hal yang sangat mengganggu. Apa itu? Ya pandangan orang lain. “Kenapa ya orang selalu memandang status sosial lebih dulu. Saya yang karyawan biasa dan ngga punya jabatan apa-apa, terkadang disepelekan orang,” begitu ungkap salah satu sahabat dengan kesal.

Tak Kenal Maka Tak Tahu Manfaatnya


Meski sudah ada sejak era 1.700-an, namun nyatanya dunia hipnoterapi belum banyak dikenal masyarakat. Karena itu, tak sedikit calon klien yang agak parno begitu mendengar kata hipnoterapi. Apalagi selama ini tayangan di televisi soal hipnotis, menjadikan hipnoterapi seolah sesuatu yang menakutkan.

Padahal, tidak ada yang perlu ditakutkan dalam proses hipnoterapi. Kuncinya hanya ikhlas dan pasrah. Klien akan dibimbing mengalami relaksasi yang dalam dan menyenangkan. Umumnya, setelah menjalani sesi hipnoterapi, barulah klien merasakan manfaat yang luar biasa.

Seperti contoh sahabat saya, yang sebelumnya agak ragu menjalani sesi hipnoterapi. Satu-satunya yang membuat dia memberanikan diri hanya karena sudah kenal secara pribadi. Dia minta dibantu untuk mengatasi persoalan sulit mengendalikan nafsu makan.

Fisika Quantum dan Perilaku Anak






Saat orang tua konsultasi tentang perilaku anaknya, terkadang orang tua tersebut justru agak kesel. Kenapa? Karena saya justru lebih banyak ‘interogasi’ tentang orang tua tersebut.

“Yang bermasalah ini anak saya mas, kok malah saya banyak ditanya,” ujarnya protes. Untung protesnya tidak sampai ke tahap unjuk rasa, he he.

Inilah umumnya orang tua, enggan mengakui kesalahannya sendiri. Lebih mudah menyalahkan dan menimpakan persoalan kepada anak. Anak jelas tidak tahu jika dia disalahkan. Namun setiap kali para orang tua ngobrol dan diskusi, maka yang lumrah adalah menceritakan perilaku buruk anaknya masing-masing.

Sugesti Kurang Tepat, Perburuk Keadaan


Sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya. Apa yang saya tuliskan bukan bermaksud untuk menyalahkan, namun untuk pembelajaran bagi diri saya sendiri. Saya sempat beberapa kali membantu klien yang kondisi kesehatannya drop dan merasa tidak tenang, hingga kehilangan semangat hidup. 

Ada pola yang hampir sama dari setiap klien yang kehilangan semangat hidup ini. Kesamaan polanya adalah, kondisi yang drop ternyata muncul akibat dari sugesti yang diberikan oleh tenaga medis. Ini saya ketahui ketika klien sudah berhasil saya bawa ke kedalaman pikiran bawah sadar level Profond Somnambulism. Ini adalah kedalaman bawah sadar yang sangat efektif untuk melakukan terapi. Semua informasi yang menjadi penyebab munculnya emosi yang dirasakan klien, dengan mudan dan jelas keluar dengan sendirinya. 


Saya sangat yakin, apa yang disampikan dokter ini bertujuan untuk memberikan semangat. Namun ternyata pikiran bawah sadar menerima dengan cara berbeda.

Thursday, November 19, 2015

Papa Minta Saham

sumber: internet
Belakangan muncul istilah baru yang cukup populer, “papa minta saham”, 
sebagai pengganti istilah “mama minta pulsa”. Apalagi kalau bukan kasus politisi yang meminta saham kosong kepada perusahaan besar, demi masa depan dia sendiri.

Persoalan “papa minta saham” ini pun sempat menjadi perbincangan hangat kalangan hipnoterapis dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan termasuk dari Australia dan Timor Leste. Tentu yang saya maksud di sini bukan diperbincangkan pada forum resmi, melainkan via dunia maya, melalui aplikasi WhatsApp. Dengan aplikasi ini, obrolan bisa dilakukan dengan leluasa, tanpa harus bertemu secara fisik.

“Para pelaku korupsi, umumnya dulu pernah menjadi aktivis mahasiswa. Mereka bahkan pernah hidup susah, hingga ada yang tidur di tempat ibadah hanya untuk menyambung hidup,” begitu bunyi obrolan yang coba dipancing salah satu rekan hipnoterapis.

Ketahui Fungsinya, Jangan Minta Pistolnya


“Mas Endro, ajarin dong ilmunya. Saya juga pengen belajar hipnoterapi,” begitu kata salah satu sahabat kepada saya, baru-baru ini. Saya pun diskusi banyak hal dengan dia. Saya berikan penjelasan tentang apa itu hipnoterapi, dan apa saja kegunaannya hingga aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Tak cukup hanya di situ, sahabat ini pun meminta diajarkan salah satu teknik yang mudah dan aplikatif. Akhirnya, saya pun mengajarkan teknik Hipno-Emotional Freedom Technique (EFT) yang memang terbukti sangat berdaya guna dalam mengatasi beberapa masalah.

Beberapa hari kemudian, sahabat saya ini mengaku sudah mempraktikkan teknik Hipno-EFT itu, dan memang ada hasilnya. Dia menggunakan teknik yang saya ajarkan, untuk mengatasi rasa takut anaknya terhadap kegelapan. Setiap kali listrik padam, anaknya pasti teriak. Hal itu diakui sangat mengganggu, dan akhirnya dia putuskan untuk mencoba Hipno-EFT pada anaknya. “Anak saya ngga takut lagi kalau pas mati lampu. Biasa aja,” katanya.       

Si Cantik Pemilik Salon

ilustrasi
Beberapa waktu lalu, saat saya dalam perjalanan ke Surabaya, di sebelah saya duduk seorang ibu yang juga akan bertolak ke kampung halamannya. Dalam obrolan sepanjang perjalanan di atas pesawat itu terungkap, ibu ini baru saja mengunjungi anaknya yang sudah sukses di Kaltim. Anaknya telah memiliki sebuah salon kecantikan dengan pelanggan yang cukup lumayan.  

Meski awalnya ibu ini terlihat bahagia karena anaknya sudah sukses merantau, ternyata masih ada penyesalan sangat mendalam yang ia rasakan.

“Begitu lulus SMA, dia langsung merantau. Saya sendiri awalnya ngga tahu dia mau ke mana. Dia cuma bilang mau ikut temannya jalan-jalan. Ternyata setelah itu ngga pernah pulang selama 10 tahun,” sebut si ibu ini dengan bulir air mata yang tampak menggantung di sudut matanya.

Selama itu pula, ibu ini merasakan penyesalan dan kesedihan yang sangat mendalam. Bahkan dia mengaku sempat pasran dan ikhlas, dan mengira anaknya sudah benar-benar tidak ada lagi entah di mana. Meski demikian, dia terus berdoa dan selalu berdoa, agar anaknya diberikan keselamatan.

Wednesday, November 18, 2015

Dongkrak Rasa Aman dengan Kelembutan


Perkembangan anak bergantung pada setiap kata-kata dan kalimat yang disampaikan orang tuanya. Karena kata-kata merupakan kunci utama dari sebuah hubungan, apalagi jalinan kasih sayang antara anak dan orang tua. Kata-kata merupakan satu dari sekian jembatan, yang diperlukan sebagai penghubung perasaan.

Sahabat yang budiman, semakin santun dan lembut perasaan antara orang tua dengan anak, maka hal itu menandakan jembatan antara anak dan orang tua semakin pendek. Bahkan bisa dikatakan tanpa jembatan, karena sudah sangat dekat dan menyatu.

Lalu bagaimana dengan orang tua yang suka membentak, berbicara kasar, bahkan marah dan memaki-maki anak sendiri. Hal itu menunjukkan hubungan antara anak dan orang tua memang sangat jauh. Jembatan antara keduanya pun sangat jauh. Bisa dibayangkan, sulit berkomunikasi di antara jembatan yang cukup panjang. Harus berteriak agar masing-masing hati bisa mendengar.

Lintah Energi Minggat, Omzet Bisnis Meningkat

Menjadi pengusaha, tak semata-mata hanya mengandalkan kecakapan dan keahlian dalam mengelola sebuah bisnis atau memimpin perusahaan. Lebih dari itu, faktor internal, alias kondisi di dalam diri pengusaha itu sendiri, harus benar-benar mendukung berputarnya roda usaha yang sedang dijalankan. Tak sedikit usaha hancur, hanya karena persoalan pribadi dari pemilik usaha itu sendiri.

Beberapa waktu lalu, pernah datang seorang klien yang mengaku bisnisnya macet dan terhambat. Ia mengakui, kondisi ekonomi global memang sedang lesu. Namun menurutnya, hal itu bukanlah penyebab utama. Yang sangat mengganggu dari dalam dirinya justru sangat banyak. Dari mulai trauma, sakit hati, cemas, dan berbagai perasaan tidak nyaman lainnya.

Klien ini pun menjalani sesi hipnoterapi, untuk mencari akar masalah yang menjadi penyebab kenapa sulit sekali fokus dalam menjalankan bisnisnya. Ternyata, ada trauma yang mendalam sejak klien berusia 3 tahun. Bisnis dan usaha yang dijalankan saat ini, ternyata bukan semata-mata untuk menyambung hidup. Lebih dari itu, usaha yang dijalankan lebih sebagai pembuktian bahwa dia juga bisa sukses dan kaya.

MLM Lancar, Baju pun Mulai Longgar

Setiap kali usai menjalani sesi hipnoterapi, hampir semua klien selalu memberikan response yang cukup positif. Seperti klien wanita yang satu ini.

Sehari-hari dia beraktivitas dengan menjalankan bisnis multi level marketing. Selama ini, dia merasa kurang percaya diri dalam memasarkan produknya ke orang lain. Berbagai pelatihan dan seminar sudah dia ikuti. Tak terhitung pula sudah berapa kali hadir di acara motivasi. Namun dia merasa, selalu saja ada yang kurang nyaman setiap kali melakukan presentasi di depan orang lain.

Klien ini pun meminta masalah percaya diri ini bisa diatasi. Ia merasa, bisnis yang dibangun tidak akan berjalan lancar selama ada sesuatu di dalam diri yang seolah membatasi ruang geraknya.

Sukses Tak Cukup dengan Teriak-teriak

Beberapa pemimpin daerah, termasuk para calon pemimpin daerah, tak jarang menggunakan teriakan yel-yel untuk membakar semangat, sekaligus menunjukkan ketokohan dari pemimpin atau calon pemimpin tersebut. Dahulu, saya termasuk yang juga sangat senang dan semangat menanggapi teriakan yel-yel ini. Untuk menghangatkan dan menyemarakkan suasana, jelas teriakan yel-yel sangatlah efektif. 

Tak sedikit motivator yang juga dikenal memiliki yel-yel tertentu. Sahabat yang sering mengikuti seminar motivasi, mungkin sudah kenyang dengan beragam yel-yel yang diteriakkan para pembicara yang mengisi acara. 

Trauma Oknum Dosen Cabul


Tulisan Guru Besar Universitas Indonesia Rhenald Kasali yang saya share sebelumnya, terkait sistem pendidikan yang menghukum, ketimbang mendukung, menyulut munculnya trauma salah satu sahabat. 

"Endro, postingan kamu di FB betul sekali. Aku jadi ingat waktu kuliah. Saat menyusun skripsi, dosen pembimbing yang laki-laki, soal metodologi penelitian, mempersulit aku. Bahkan aku sempat dilecehkan secara seksual, sudah begitu pakai diancam segala. Itu kasus terberat buatku. Sampai hari ini, aku ngga mau ambil skripsiku, toh aku sudah diwisuda. Aku malas disuruh minta tanda tangan dosen cabul itu. Lihat mukanya saja aku ingin bunuh dia. Parahnya lagi, waktu aku lapor rektor, dia ngga percaya. Katanya dia dosen tamu yang punya kredibilitas dan pintar, ngga mungkin berbuat kalau tidak digoda. Kebayang kan? Sudah jadi korban, aku pula yang dituduh menggoda. Itu kasus pelecehan seksual dan tekanan batin paling parah yang aku alami, karena dosennya berulang-ulang melakukannya. Aku heran, padahal dia sudah minta maaf, tapi kenapa dia ulang terus menerus. Maaf, baca postingan kamu, jadi kaya putar film di otak." 

Dongkrak Prestasi dengan Hipnoterapi

Tulisan ini lahir atas dorongan salah satu sahabat saya di media sosial Facebook. Belum lama ini, saya memasang foto sedang melakukan proses terapi massal terhadap kontingen Tapak Suci Putera Muhammadiyah asal Berau. Mereka akan bertanding di kejuaraan tingkat Kaltim - Kaltara, di Auditorium Universitas Mulawarman, Samarinda. 

Proses terapi terjadi secara dadakan. Awalnya, saya hanya berniat menemui rombongan karena memang saya mengenal para guru pembimbing, juga atlet yang merupakan teman sekolah anak saya ketika di Berau. Di sela obrolan santai, Soleh, Saddam, dan Agus, pelatih sekaligus guru pendamping kontingen ini, meminta saya untuk menyiapkan kondisi psikologis para atlet ini agar lebih maksimal. Secara teknik, mereka jelas sudah siap bertanding. Tapi secara mental? Inilah yang sulit diketahui dan diukur. 

"Mas, Saya Ngga Bisa Dihipnosis"


Sore tadi, saya melakukan terapi klien. Namun klien ini merasa dirinya belum trance. Kenapa? Karena tubuhnya selalu bergerak, dan dia tetap menyadari keberadaan tubuhnya. Inilah bedanya ukuran kedalaman trance antara lembaga lain dengan protokol sesuai standar Adi W. Gunawan Institute (AWGI) of Mind Technology.

Sesuai protokol yang ada, sebenarnya klien ini sudah trance, dan kami memiliki cara untuk menganalisa tersendiri. Sebab, saat mendalami teknologi pikiran melalui kelas Scientific EEG & Clinical Hypnotherapy di AWGI, skala kedalaman ini memang dibahas tersendiri.

Hipnoterapis dari lembaga lain terkadang mementingkan relaksasi fisik. Sementara dalam ukuran efektivitas terapi, alumni AWGI berpatokan pada relaksasi mental dan pikiran.

Hipnoterapi Semakin Dilirik, Efektif Tangani Fobia, Trauma hingga Psikosomatis

HIPNOTERAPI belakangan ini semakin dilirik, bahkan menjadi pilihan untuk mengatasi perasaan tidak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Perasaan sakit hati, trauma, luka batin yang mendalam, hingga emosi yang labil, sangat efektif diatasi menggunakan hipnoterapi.

Begitu pula dengan fobia atau perasaan takut secara berlebihan terhadap sesuatu, mudah diatasi dengan metode hipnoterapi. Bahkan, hipnoterapi bisa membantu mengatasi seseorang yang mengalami psikosomatis, alias sakit fisik yang disebabkan emosi.

Tuesday, November 17, 2015

Hati-hati Pasang Stiker Nama Keluarga di Mobil


Bukan sulap bukan sihir. Saya ternyata punya kemampuan untuk mengetahui pemilik mobil, termasuk seluruh anggota keluarganya. Kenapa? Ya karena sekarang tak sedikit yang memasang stiker di bagian belakang mobil lengkap dengan nama anggota keluarganya. Entah apa motifnya, namun yang jelas hal ini sebenarnya memancing orang lain berbuat jahat. 

Belum lama ini, saya pernah mendapat kabar dari sahabat di Samarinda yang sebelumnya mengaku memasang stiker nama anggota keluarga.

Artikel Pilihan

MENGERIKAN, LGBT Sudah Menyerang Pelajar

Entah harus mulai dari mana. Yang jelas, ketika menuliskan ini, saya masih merasa syok dan tidak percaya. Begitu parahnya kah kehidup...